Bijaksanalah dalam Menyikapi Hal-hal Baru

Sesuatu yang baru memang menggiurkan dan mengasikkan tapi bila dilihat secara seksama maka akan ditemukan hal negatif dari dampak yang ditimbulkan, misalnya dampak perkembangan teknologi cukup dirasakan manfaatnya namun ada dampak negatifnya yaitu tersebarnya aib, ataupun hal yang bersifat privasi menjadi viral, terekspos kemana-mana sehingga merugikan orang lain. Bila perubahan ini tak disikapi dengan bijaksana dan dewasa maka ia tergilas oleh waktu.

Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa hal-hal baru dibagi menjadi dua bagian.

Pertama, sesuatu yang dikira sebagai suatu rahmat namun hakikatnya sebagai adzab, misalnya seorang anak yang dibiarkan orang tuanya untuk bebas bereksperisi tanpa diajarkan tata krama serta tak mendapatkan pendidikan maupun pengajaran pada hakikatnya adalah nikmat bagi sang anak pada saat itu namun akan menjadi malapetaka saat ia dewasa.

Kedua, Sesuatu yang lahirnya tak mengenakkan namun hakikatnya sebagai anugerah dan rahmat, misalnya orangtua yang menyekolahkan atau memasukkan pesantren kepada anak-anaknya, pada hakikatnya sebagai ujian yang tak menyenangkan bagi sang anak, namun kelak ketika ia dewasa akan merasakan kenikmatannya tersendiri.

Dari sini dapat dipahami bahwa dalam kehidupan ini, manusia pasti akan merasakan pahit manisnya perubahan. Untuk itu dibutuhkan kesiapan mental dan ilmu pengetahuan yang mencukupi agar hidup semakin rapi.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *