tertipu, emosi

Bila ada Masalah, Sebaiknya “Curhat” Kepada Siapa Sih?

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan serta aib yang selalu ditutup-tutupi agar tak diketahui oleh orang lain karena ia takut bila terbuka kedoknya maka bisa menjatuhkan harga dirinya atau hilang kepercayaan orang lain kepadanya.

Kadangkala permasalahan yang ia hadapi tak kunjung mendapatkan solusi maka ia menceritakan kepada orang lain. Sayangnya bila ia tak hati-hati dalam memilih orang yang mampu memberi solusi dan terpercaya maka akan menyebar aibnya. Naudzubillah

Imam Ibnu Hajar dalam Fatawa al-Hadisiyyah menjelaskan,

ﻳﻜﺮﻩ ﻟﻣﻦ اﺑﺘﻠﻰ ﺑﻤﻌﺼﻴﺔ ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻫﺎ ﺃﻥ ﻳﺨﺒﺮ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﻬﺎ ﺇﻻ ﻧﺤﻮ ﺷﻴﺨﻪ ﻣﻤﻦ ﻳﺮﺟﻮ ﺑﺈﺧﺒﺎﺭﻩ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﻣﺨﺮﺟﺎ ﻣﻨﻬﺎ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﺃﻭ ﺳﺒﺒﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ، ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺣﺴﻦ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻜﺮﻩ ﺇﺫا اﻧﺘﻔﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺼﻠﺤﺔ

Dimakruhkan bagi orang yang telah berbuat maksiat atau kejahatan menceritakan kepada orang lain kecuali kepada guru yang akan memberikan solusi bagi dirinya atau orang yang kira-kira dapat membantu menyelesaikan urusannya maka diperbolehkan karena itu termasuk hal positif. Kemakruhannya bila tak ada maslahat atau kebaikan yang ia dapatkan.

Dari penjelasan ini sebaiknya seseorang ketika hendak menceritakan aib dirinya maupun keluarga kepada orang yang mampu memberikan solusi permasalahannya dan juga yang mampu memegang amanat. Bila tidak amanat maka akan menyebar kemana-mana dan dampaknya akan merugikan diri sendiri karena salah dalam mencurahkan isi hatinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *