Birrul Walidain dalam Islam dan Dalil-dalilnya

Betapa repot, susah payah yang dirasakan orangtua saat kelahiran puteranya. Balas jasa yang sang anak kepada orangtuanya tak akan mampu membayarnya.

Anak manusia terlahir berkat jasa orangtuanya lebih-lebih seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan, merawatnya sampai sang anak tumbuh dewasa. Sedangkan sang ayah bertanggung jawab atas biaya dan nafkah keluarganya.

Betapa repot, susah payah yang dirasakan orangtua saat kelahiran puteranya. Balas jasa yang sang anak kepada orangtuanya tak akan mampu membayarnya.

Sebetulnya, menurut Islam birrul Walidain hukumnya bagaimana sih?

Birrul Walidain secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa kata birrul Walidain tersusun dari dua kata. Pertama kata birru  yang berarti kebaikan. Kedua kata Walidain yang berarti berbuat orangtua.

Sedangkan birrul walidain menurut istilah adalah selalu memberikan, meluangkan kebaikan kepada orang tua. Hal ini seperti pendapat imam Raghib Al Asfihani dalam kitab Al Mufradat fi Gharibil Qur’an.

Sedangkan menurut Imam Ar Razi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa pengertian birrul walidain adalah melakukan ketaatan kepada orangtua.

Birrul Walidain dan Dalil-dalilnya

Al Qur’an mengajarkan akhlak yang baik kepada Tuhannya maupun kepada rasulnya. Begitu pula menganjurkan berbuat baik atau birrul Walidain kepada kedua orangtuanya.

Diantara ayat-ayat yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua adalah sebagai berikut:

Birrul Walidain dalam Al-Qur’an

Pertama, tertuang dalam surat An Nisa’ ayat 36 yang berbunyi:

 وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An Nisa: 36).

Kedua, ayat yang tertuang dalam surat Al Isra’: 23 yang berbunyi:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra: 23).

Ketiga, ayat terdapat dalam surat Luqman: 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman: 14).

Ayat-ayat diatas sekiranya cukup untuk sebagai petunjuk untuk menghormati dan berbuat baik (birrul Walidain) kepada orangtua saat mereka masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Hadist Birrul Walidain beserta Artinya

Banyak hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang menjelaskan tentang keutamaan Birrul Walidain, diantaranya:

Pertama, hadits tentang amal yang paling baik.

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺳﺄﻟﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻱ اﻟﻌﻤﻞ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻭﻗﺘﻬﺎ
ﻗﻠﺖ ﺛﻢ ﺃﻱ ﻗﺎﻝ ﺑﺮ اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ ﻗﻠﺖ ﺛﻢ ﺃﻱ ﻗﺎﻝ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

Artinya:

Diriwayatkan Abdillah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata: aku bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang amal yang paling disukai Allah? Lantas Rasulullah menjawab: Shalat sesuai waktunya. Aku bertanya lagi: terus apa? Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua. Kemudian apa lagi? Jihad fi Sabilillah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, hadits tentang seorang anak yang meminta izin berjihad namun orangtuanya masih hidup.

ﻭﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﻌﺎﺹ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺟﺎء ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﻧﺒﻲ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺎﺳﺘﺄﺫﻧﻪ ﻓﻲ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺣﻲ ﻭاﻟﺪاﻙ ﻗﺎﻝ ﻧﻌﻢ ﻗﺎﻝ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻓﺠﺎﻫﺪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭاﻟﻨﺴﺎﺋﻲ

Artinya:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash bin Al Ash Radhiyallahu  Anhuma berkata: Ada seseorang yang datang kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kemuadian meminta izin untuk ikut jihad. Lantas Nabi bersabda: Apakah orangtuamu masih hidup?Orang tadi menjawab: Masih. Kemudian Nabi Menasehatinya:  Berbuat baik kepada orangtuamu termasuk jihad. (HR. Bukhari dan Islam).

Ketiga, hadits tentang seorang anak tak mampu membalas jasa orangtuanya.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻻ ﻳﺠﺰﻱ ﻭﻟﺪ ﻭاﻟﺪﻩ، ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﺠﺪﻩ ﻣﻤﻠﻮﻛﺎ ﻓﻴﺸﺘﺮﻳﻪ ﻓﻴﻌﺘﻘﻪ. رواه أبو داود

Artinya:

Diriwayatkan dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Seorang anak tak akan mampu membalas kebaikan orangtuanya kecuali bila mereka menjadi seorang budak kemudian Sang anak membelinya lalu memerdekakannya. (HR. Abu Dawud).

Dari sini dapat dipahami bahwa banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Birrul Walidain atau berbuat kebaikan orangtua sebagai bukti anak yang taat, tidak durhaka pada keduanya.