Bolehkah Makmum mendahului Bacaan Al-Fatihahnya Imam?

Shalat merupakan bentuk pengabdian kepada Allah Dzat yang menciptakan manusia. Hal ini sebagai bentuk komunikasi yang intens diantara keduanya. Orang yang selalu menjaga shalatnya sesuai syarat dan rukunnya maka akan diberikan keistimewaan oleh Allah di dunia dan akhirat serta dirinya akan dilindungi dari berbagai macam ujian kehidupan.

Shalat berjamaah sangat dianjurkan oleh Agama, karena dapat menambah pahala dua puluh derajat serta sebagai sarana menjalin hubungan yang kuat sesama umat Islam.

Dalam shalat berjamaah ada aturan-aturan yang harus dipenuhi bagi Imam dan Makmum. Diantaranya, Imam harus orang yang baik bacaan Alqurannya serta mengetahui ilmunya Shalat dan mengetahui kondisi Makmumnya.
Sedangkan makmum harus mengetahui serta tak mendahului gerakan shalat Imamnya.

Adapun mendahului Bacaan Fatihahnya Imam hukumnya boleh-boleh saja dan tak makruh. Hal ini sesuai pendapat Izzuddin bin Abdussalam dalam Kitab al-Fatawa:

لا يكره قراءة الفاتحة قبل قراءة الإمام فإن الإقتداء لا يجب إلا في الأفعال الظاهرة وفي الإحرام في الصلاة

Bagi makmum tak dimakruhkan membaca al-Fatihah sebelum bacaannya Fatihahnya Imam, karena makmum harus mengikuti Imamnya dalam gerakan-gerakan shalat yang jelas serta tak mendahului Takbiratul Ihramnya Imam.

Dari sini dapat dipahami bahwa Makmum boleh mendahului bacaan Fatihahnya Imam, terutama bila bacaan Imamnya terlalu cepat.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *