Bukti bahwa Akhirat Lebih Baik daripada Dunia

Dunia merupakan tempat untuk menanam benih kebaikan sebagai bekal mengahadapi akhirat yang butuh banyak persiapan. Beruntung orang yang banyak investasi amal kebaikannya serta tak melupakan urusan dunianya. Sebaliknya, celaka orang yang terlena, tertipu akan godaannya sampai melupakan masa depannya.

Dunia merupakan tempat untuk menanam benih kebaikan sebagai bekal mengahadapi akhirat yang butuh banyak persiapan. Beruntung orang yang banyak investasi amal kebaikannya serta tak melupakan urusan dunianya. Sebaliknya, celaka orang yang terlena, tertipu akan godaannya sampai melupakan masa depannya.

Kehidupan Dunia ini tak selamanya, semua akan cepat berlalu. Semua Manusia akan melaluinya kemudian menuju alam setelahnya yaitu Alam Barzah.Lalu di bangkitkan dari Alam kubur menuju Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya.

Ada beberapa hal yang akan ditanyakan kepada manusia terkait empat hal, seperti keterangan dalam sebuah Hadist Nabi,

ﻭﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺟﺒﻞ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻦ ﺗﺰﻭﻝ ﻗﺪﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻦ ﺃﺭﺑﻊﺧﺼﺎﻝ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﻓﻨﺎﻩ ﻭﻋﻦ ﺷﺒﺎﺑﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﺑﻼﻩ ﻭﻋﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ اﻛﺘﺴﺒﻪ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﺃﻧﻔﻘﻪ ﻭﻋﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺰاﺭ ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻔﻆ ﻟﻪ

Artinya: diriwayatkan dari Muadz bin Jabal RA, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat kedua kaki manusia akan berhenti untuk dimintai pertanggungjawaban tentang empat hal. Pertama, tentang Umurnya dihabiskan untuk tujuan apa. Kedua, tentang Waktu muda dihabiskan untuk apa. Ketiga, tentang harta, dari mana sumber penghasilannya dan dihabiskan untuk tujuan apa. Keempat, tentang ilmu yang ia miliki, diamalkan atau tidak.” (HR. Imam Bazzar dan Imam Tabrani dengan sanad yang sahih, dan lafadz hadis darinya).

Baca juga: http://masholeh.com/ini-wasiat-lukmanul-hakim-sebelum-meninggal/

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib ketika menafsirkan potongan ayat yang berbunyi,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَىٰ 

Artinya:”Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. An-Nisa’: 77).

Ia menjelaskan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia dari beberapa segi.

Pertama, nikmat dunia hanya sedikit. Sedangkan nikmat akhirat banyak tak terkira.

Kedua, Nikmat dunia hanya sementara. Sedangkan nikmat akhirat selama-lamanya.

Ketiga, nikmat dunia selalu bercampur kesedihan, kesusahan. Sedangkan nikmat akhirat sangat menyenangkan.

Keempat, Nikmat dunia belum pasti karena orang yang paling menikmati dunia belum mengetahui resikonya. Sedangkan nikmat akhirat pasti benarnya.

Baca juga : http://masholeh.com/tiga-hal-pendamping-orang-mati/

Sayangnya, kebanyakan manusia selalu mengejar dunia tapi melupakan akhiratnya sehingga ia mulia di dunia, menyesal diakhirnya. Berapa banyak orang yang kaya ketika ia meninggal, yang merasakan nikmatnya adalah ahli warisnya. Harta yang ia kumpulkan selama ini tak dibawa ke liang kubur tapi amal perbuatannya yang akan menyelamatkan dirinya.

Leave a Reply