akhir ramadhan

Bukti Para Nabi Masih Hidup Walau Telah Terkubur Jasadnya

Umat Islam tak pernah lupa akan Kisah Isra’ dan Mi’raj yang telah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau diperlihatkan banyak hal, mulai kejadian yang akan terjadi ataupun Nabi dipertemukan dengan para Nabi yang telah meninggal dunia ribuan tahun yang lalu. Sungguh Allah Maha Sempurna memperlihatkan kekuasaan-Nya yang tiada batas.

Salah satu bukti rekomendasi Nabi Musa kepada Nabi Muhammad adalah untuk meminta keringanan Shalat lima puluh waktu menjadi lima waktu saja. Penjelasan ini seperti dalam potongan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,

ﻭﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ: ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” ﻓﻔﺮﺽ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﺘﻲ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺻﻼﺓ، ﻓﺮﺟﻌﺖ ﺑﺬﻟﻚ، ﺣﺘﻰ ﻣﺮﺭﺕ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺳﻰ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻣﺎ ﻓﺮﺽ اﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﺘﻚ؟ ﻗﻠﺖ: ﻓﺮﺽ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺻﻼﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻓﺎﺭﺟﻊ ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻚ، ﻓﺈﻥ ﺃﻣﺘﻚ ﻻ ﺗﻄﻴﻖ ﺫﻟﻚ، ﻓﺮاﺟﻌﺖ

Artinya: Diriwayatkan dari Anas RA, Nabi bersabda:”Allah mewajibkan kepada umatku shalat lima puluh waktu, kemudian aku kembali lagi sampai bertemu Nabi Musa. Lantas Nabi Musa bertanya:”Kewajiban apa yang Allah berikan kepada umat engkau?Aku menjawab:”Allah mewajibkan Shalat lima puluh waktu.” Kemudian Nabi Musa menasehati beliau:”Kembali mengahadap kepada Tuhan engkau, karena umat engkau tak akan mampu melakukannya. Nabi pun kembali menghadap Allah.(HR. Bukhari).

Imam Suyuti dalam Al-Hawi Lil Fatawa mengutip Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya‘ yaitu,

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: «اﻷﻧﺒﻴﺎء ﺃﺣﻴﺎء ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﻳﺼﻠﻮﻥ

Diriwayatkan oleh sahabat Anas bahwasanya Nabi bersabda:”Para Nabi masih hidup di kuburan masing-masing, mereka juga melakukan shalat.(HR. Baihaqi)

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa para Nabi masih hidup di alam kubur, juga atas saran Nabi Musalah umat islam mendapatkan keringanan shalat. Yang sering tak dipahami oleh banyak orang adalah bahwa amalan manusia ketika ia masih hidup sebagai beban tanggung jawab (taklif). Sedangkan orang yang telah meninggal dinamakan amal Tasyrifi (untuk kemuliaan diri) dan sudah tidak ada sangkut paut dengan tanggung jawab di dunia seperti Nabi Musa yang memberikan saran kepada Nabi.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *