Cara Agar Ibadah Diterima Oleh Allah - masholeh.com
0 views
adab saat di masjid

adab saat di masjid

Kewajiban manusia di dunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Dalam hal ini ibadah lingkupnya cukup luas, tak hanya shalat, maupun zakat, namun segala perbuatan yang diniatkan untuk mencari Ridha Allah, maka akan dicatat sebagai ibadah. Hal ini meliputi ibadah yang berkaitan dengan hati, anggota badan, maupun yang berkaitan harta benda.

baca juga: Amalan yang lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah

Agar ibadahnya diterima oleh Allah, maka harus memenuhi criteria yang telah ditentukan. Syeh Muhammad bin Abdul Karim dalam Mausu’ah al-Kisanzan mengutip perkataan Syeh Abu al-Husen al-Qurasyi yang menjelaskan bahwa:

صفاء العبادات لا ينال إلا بصفاء معرفة أربعة : فأول ذلك : معرفة الله تعالى . والثاني : معرفة النفس. والثالث : معرفة الموت . والرابع : معرفة ما بعد الموت من وعد الله ووعيده . فمن عرف الله تعالى قام بحقه ، ومن عرف النفس استعد لمخالفتها ومجاهدتها ،ومن عرف الموت استعد لوروده، ومن شهد وعيد الله تعالى ينزجر عن نهيه وينتدب لأمره

Ibadah yang akan diterima harus memenuhi empat criteria ini: Pertama, harus mengenal Dzat yang disembah atau lebih dikenal makrifatullah. Kedua, mengetahaui nafsu dalam diri sendiri. Ketiga, mengingat kematian. Keempat, mengetahui balasan maupun ancaman yang Allah berikan setelah manusia mati. Barangsiapa yang sudah makrifat kepada Allah, maka ia akan sadar akan kewajiban yang harus ditunaikan demi mencapai ridha-Nya, serta orang yang mengerti nafsunya maka ia akan selalu mengarahkan dan berusaha tak mengikutinya. Barangsiapa yang mengetahui kematian akan menjemputnya maka ia akan selalu menyiapkan kedatangannya. Begitu juga orang yang mengetahui ancaman siksaan Allah, maka ia akan menjauhi larangannya serta melakukan hal yang diperintahkan-Nya.

baca juga: Dalam Urusan Ibadah Manusia Dibagi Tiga Kategori

Menurut sahabat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa salah satu penyakit dalam ibadah adalah sifat malas. Hal bisa dilawan dengan cara menyadari akan tujuan hidupnya yang hanya sementara. Kemalasan ini muncul dari nafsu manusia yang selalu mengajak kepada hal yang negatif atau untuk berbuat sesuatu yang berlebihan, mislanya makan atau minum yang melebihi batas kewajaran sehingga rasa kantuk melanda dirinya, akhirnya malas untuk melakukan sesuatu apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.