Tasawuf

Cara Berakhlak dengan Allah

Ajaran Islam mengajarkan pentingnya beretika, akhlak dengan Allah sebagai Sang Khalik, juga kepada semua Makhluk-Nya terutama kepada Rasul-Nya, dan kepada manusia yang lain seperti kepada orang tua, anak, saudara, tetangga, teman kerja, atasan, bawahan, rakyat, pejabat, orang kaya, miskin, yang berpendidikan atau kepada pedagang asongan. Karena tanpa etika manusia tak akan ada harganya, tanpa adanya adab manusia akan menjadi makhluk yang biadab, bila tak ada sopan santun niscaya manusia tak akan menjadi seorang penuntun. Orang yang tak mempunyai akhlak bisa dipastikan jiwanya sedang bergejolak

Lalu, bagaimana caranya kita beretika dengan Allah?

Syeh Ali Ahmad AL-Jurjawi dalam kitab Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu menjelaskan bahwa etika atau beradab dengan Allah terangkum kedalam tiga hal, yaitu:

baca juga: http://masholeh.com/kategori-etika-manusia-menurut-suhrawardi/

Pertama, mengikuti perintah-perintahnya serta menjauhi larangan-nya seperti mengerjakan hal-hal yang wajib misalanya: Shalat, Puasa, Zakat, Haji, atau amalan yang sunnah (bila dikerjakan akan mendapatkan pahala) misalnya membantu kepada fakir miskin atau yang terkena bencana.

Kedua, beramal menggunakan berbagai macam cara maupun sebab yang akan mendatangkan ridhanya, seperti mencintai rasulnya dengan memperbanyak shalawat kepadanya, atau selalu mendoakan kepada orang mukmin yang masih hidup atau yang telah meninggal.

baca juga: http://masholeh.com/adab-dengan-tetangga-menjadi-sempurna-dengan-ini/

Ketiga, dengan berusaha tak menuruti kehendak nafsu (Mujahadah), serta mengarahkannya kepada hal-hal yang positif.

Syeh Muhammad bin Abdul Karim dalam Mausuah al-Kisanzan mengutip pendapat Syeh Mahmud bin Hasan al-Farkawi yang menjelaskan bahwa:

الأدب مع الله بتعظيم شعائر الله ، ومع الخلق بالصمت والمحبة

Cara beretika dengan Allah adalah dengan mengagungkan Syiar-syiar Agamanya, serta bergaul makhluk-Nya khususnya manusia dengan rasa hormat dan rasa menghargai.

baca juga: http://masholeh.com/mampu-menjaga-rahasia-ini-keuntungannya/

Sedangkan menurut pemaparan Muhammad ibnu Sirin:

أقرب الآداب إلى الله : معرفة ربوبيته ، والعمل بطاعته ، والحمد على السراء ، والصبر على الضراء

Adab yang paling dekat dengan Allah adalah dengan mengenal (makrifat) sifat ketuhanan-Nya, taat kepada-Nya, dan banyak memuji-Nya dikala waktu lapang, serta bersabar dalam menghadapi kesusahan.

Hal-hal diatas merupakan cara beretika dengan Allah. Bila manusia mau menjalankannya niscaya Allah akan memberikan petunjuk dalam setiap masalah yang ia hadapi.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *