Cara Menakar Kedewasaan Seseorang - masholeh.com
0 views
Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Seiring perubahan waktu, Manusia selalu berkembang, tumbuh dari masa kanak-kanak menuju masa remaja, serta akan menjadi orang dewasa. Kedewasaan tak bisa diukur oleh faktor usia, karena banyak orang yang sudah brumur namun kedewasaannya belum terbangun. Hal ini karena banyak faktor yang mempengaruhi, bisa karena faktor internal dari dalam diri sendiri atau faktor eksternal meliputi lingkungan dalam keluarga, maupun masyarakat.

Baca juga: beruntung orang yang pintar mengatur waktu

Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat as-Sufiyah mengutip pendapat Said bin Ismail yang lebih dikenal denga Abu Usman an-Naisaburi. Ia berkata:

”لا يَكْمُل الرجلُ، حتى يَستوِيَ قلبُه في أربعة أشياء: في المنعِ، و العطاءِ، و العِز، و الذُّل “

Artinya: “Seseorang tak akan menjadi sempurna, kecuali bila hatinya selalu konsisten dalam empat hal ini: Pertama, ketika sedang mengalami kegagalan. Kedua, ketika sedang tercukupi segala kebutuhannya. Ketiga, disaat menduduki jabatan yang tinggi atau mulia. Keempat, ketika dalam posisi dibawah, serba kekurangan atau dalam kehinaan.”

Dari sini dapat dipahami bahwa kedewasaan seseorang dalam berfikir, bersikap akan terasa teruji bila empat hal diatas dilalui dengan hati yang jernih tak mudah goyah dengan keadaan apapun, terutama tatkala sedang susah secara materi maupun non materi. Semuanya ia hadapi dengan rasa lapang dada dengan tak mudah mengeluh dengan keaadaan, apalagi dengan menyusahkan orang lain, kecuali dalam kondisi terpaksa.

Baca juga: agar tak pudar manusia harus cepat sadar

Ketika hal itu sudah dilalui dengan baik, maka kedewasaannya mulai terbangun terutama dalam menyikapi apapun akan menjadi lebih santun, dan tak mudah tergiur akan banyaknya godaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *