ORANG BERUNTUNG VS BUNTUNG

Cara Menguji Kepekaan Sosial di Masyarakat melalui Momentum Puasa

Umat Islam menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh Rahmat (kasih sayang), dan maghfirah (ampunan),  karena di bulan ini sebagai sarana penempaan diri untuk lebih mengenal diri, lingkungan bahkan merasakan kondisi orang lain, karena puasa membentuk manusia menjadi seorang yang penyabar, mampu meredam nafsunya, juga merasakan lapar dan dahaga, seperti yang sering dialami saudara-saudara yang hidup dibawah garis kemiskinan, seperti keterangan dalam Al Qur’an, Surat Al-kahfi 28 yang berbunyi:

(وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Artinya: Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.

Menurut Imam Ibnu Kasir dalam Tafsirnya, bahwa Ayat ini turun berkenaan perilaku orang-orang Borjuis Quraish yang meminta kepada Nabi untuk menghadiri sebuah majlis, tanpa disertai para Sahabat Nabi yang fakir dan miskin Amar, Bilal, dan Syuhaib, maka turunlah Ayat ini sebagai larangan kepada Nabi untuk menghadirinya.

Dari sini jelas bahwa Nabi diperintahkan untuk bersabar, bergaul dengan para fakir miskin yang selalu menyeru kepada Tuhannya, alias taat ibadah, serta tak terlena oleh para bangsawan, konglomerat, yang kaya akan harta.

Baca juga:

Keistimewaan Puasa yang jarang Diketahui Orang

Momentum Puasa sebagai ajang untuk saling silaturrahmi dengan semua kalangan tidak hanya dengan orang yang kaya maupun yang tak punya apa-apa, dengan memberikan sedekah atau memberi makanan untuk berbuka, sehingga kita ikut merasakan seperti yang mereka rasakan, juga menambah harmonis keduanya dengan adanya Shalat Tarawih berjamaah di Masjid, atau di tempat lain, menjadi lebih mengenal, sehingga tercipta keharmonisan di masyarakat. Serta semakin tercipta rasa keadilan sesama manusia.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga semata namun melatih rasa karena orang yang berpuasa akan merasakan betapa perihnya orang yang serba kekurangan dan kelaparan setiap saat maka dari sini pentingnya membangun kesadaran spiritual dan dimensi sosial antar sesama manusia.

baca juga: Keistimewaan Puasa yang jarang Diketahui Orang

Dengan adanya puasa, seseorang mampu meredam amarah dan keinginan hawa nafsunya sehingga hal ini menjadi benteng bagi dirinya agar tak melakukan hal-hal yang terlarang. 

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *