Dalil Kedua tentang Anjuran Bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW

Salah satu keistimewaan orang yang bertawassul adalah akan dimudahkan dalam mendapatkan keinginannya. Hal ini telah banyak dilakukan oleh sahabat Nabi, diantaranya dilakukan oleh sahabat Umar bin Khattab saat terjadi paceklik berkepanjangan ditambah kekeringan yang berkepanjangan sehingga menyengsarakan banyak orang.

Penjelasan ini tertuang dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya yaitu,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا، وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا»، قَالَ: فَيُسْقَوْنَ.رواه البخاري

Artinya: diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya Umar bin Khattab RA, saat masyarakat terjadi paceklik, ia bertawassul agar segera turun hujan kepada paman Nabi yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib. Ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada engkau dengan bertawassul kepada Nabi kami dengan harapan engkau segera menurunkan air hujan kepada kami, begitu juga kami meminta kepada engkau dengan bertawassul kepada paman Nabi kami maka turunkanlah hujan untuk kami. Anas bin Malik berkata: “maka turun air hujan untuk mereka. (HR. Bukhari).

Menurut Syeh Badruddin al-Aini dalam Umdatul al-Qari syarah Shahih al-Bukhari menjelaskan bahwa saat terjadi paceklik para sahabat bertawassul kepada Nabi Muhammad saat beliau masih hidup. Kemudian setelah Nabi wafat, Umar bin Khattab bertawassul kepada paman Nabi yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib.

Sedangkan Menurut Syeh Ubaidillah al-Mubarkapuri dalam Mir’at al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabihmenjelaskan bahwa doa diatas telah disepakati oleh para sahabat Nabi serta tak ada satupun yang mengingkarinya. Doa ini juga dipakai oleh Muawiyah bin Abi Sufyan saat terjadi paceklik sewaktu dirinya menjabat sebagai khalifah.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa tawassul kepada Nabi Muhammad SAW sangat dianjurkan. Hal ini telah dilakukan oleh Umar bin Khattab yang merupakan sahabat yang telah dijamin masuk surga. Maka dari itu penting kiranya menjaga silaturrahmi kepada Nabi walau lewat surat al-Fatihah maupun dengan bacaan shalawat kepada beliau karena hal ini akan menjadi sarana dimudahkan terkabulkannya doa seseorang.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *