Hikmah

Di Akhir Ramadhan, Penting Menjaga Kesucian Diri dari Tiga Hal ini

doa, akhirat

Manusia akan kembali suci saat dirinya mau introspeksi diri dari kekurangan serta selalu berusaha berbuat baik agar menjadi pribadi yang sempurna baik secara ucapan maupun perbuatan.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut maka ia harus melakukan beberapa hal ini sesuai nasehat Imam Sahal bin Abdullah yang dikutip dalam kitab Hilyatul Aulia wa Tabaqatul Asfiya

ﺳﻬﻞ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﻳﻘﻮﻝ: “اﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻪ: ﻃﻬﺎﺭﺓ اﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﻞ، ﻭﻃﻬﺎﺭﺓ اﻟﺬﻛﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﺴﻴﺎﻥ، ﻭﻃﻬﺎﺭﺓ اﻟﻄﺎﻋﺔ ﻣﻦ اﻟﻤﻌﺼﻴﺔ

Kesucian diri manusia terdiri dari 3 bagian. Pertama, ilmu akan menjaga kesucian diri dari kebodohan. Kedua, dzikir akan menjaga kesucian diri dari sifat lupa kepada Tuhannya. Ketiga, ketaatan akan membawa kesucian diri dari segala kemaksiatan.

Ketiga hal diatas merupakan tahapan yang harus dilalui oleh setiap manusia agar menjadi pribadi yang sempurna. Ini penjelasan selengkapnya

Kebodohan akan sirna dengan Ilmu pengetahuan

Menurut imam Al Ghazali ilmu merupakan imamnya amal. Maksudnya adalah agar amal perbuatan yang dilakukan manusia diterima oleh Allah maka harus didasari dengan ilmu. Tanpa adanya ilmu niscaya manusia selalu dalam bayang-bayang kebodohan bahkan langkahnya bisa menjadi tersesat dan yang dikhawatirkan bisa menyesatkan orang lain.

Baca juga: Bolehkah Memberikan Zakat Fitrah sebelum Waktunya? Ini Penjelasan Imam Madzhab

Imam Bukhari dalam Kitab Shahih al-Bukhari mengutip perkataan Umar bin Khattab:

ﺗﻔﻘﻬﻮا ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺴﻮﺩﻭا

Artinya: Belajarlah dengan sungguh-sungguh sebelum kamu menjadi seorang pemimpin.
Hal senada juga disampaikan oleh Imam Syafi’i:


ﺗﻔﻘﻪ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺮﺃﺱ ﻓﺈﺫا ﺭﺃﺳﺖ ﻓﻼ ﺳﺒﻴﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﺘﻔﻘﻪ

Artinya: Belajarlah sebelum menjadi seorang pemimpin, jika kamu telah menjadi seorang pemimpin maka tak ada waktu lagi untuk belajar.

Peranan Dzikir bagi Kehidupan

Dzikir sebagai sarana untuk mengingat kepada Allah Dzat yang menciptakan segala-galanya baik melalui lisan maupun hati. Bila seseorang mampu mengkombinasikan lisan dan hati untuk fokus dalam berdzikir maka ia akan mendapatkan ketenangan batin, ia merasa tenteram dekat dengan Tuhannya.

Orang yang selalu berzikir seolah selalu diawasi oleh-Nya dalam keadaan apapun baik kondisi duduk, berdiri maupun sedang tiduran sehingga perbuatannya sesuai dan terarah sesuai tuntunan. Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim


ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﻮﺳﻰ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺜﻞ اﻟﺬﻱ ﻳﺬﻛﺮ ﺭﺑﻪ ﻭاﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺬﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻣﺜﻞ اﻟﺤﻲ ﻭاﻟﻤﻴﺖ
ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Musa RA berkata: Nabi bersabda:”Perumpamaan orang yang selalu dzikir kepada Tuhannya dan orang yang tak berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadirmenjelaskan bahwa
tanda orang yang cinta kepada Allah maka akan banyak menyebut nama-Nya karena pada dasarnya orang yang mencintai sesuatu maka akan banyak yang menyebut-Nya.

Ketaatan membawa keberuntungan

Dengan ilmu dan keimanan yang tinggi manusia akan selalu menang dalam mengahadapi pengaruh hawa nafsu, dan ia akan menjadi manusia yang mempunyai derajat yang tinggi sehingga ketaatan yang ia lakukan membawa keberkahan tersendiri bagi hidupnya maupun orang lain.

Saat dihadapkan dalam urusan politik kekuasaan, maka banyak orang yang tertipu, bahkan banyak ulama’ yang berambisi menduduki jabatan sekalipun tak luput dari godaan hawa nafsu walaupun ia berdalih dengan mengatasnamakan agama.

Maka dari itu orang yang beruntung adalah orang yang mampu menghadirkan kebesaran Allah di segala lini kehidupan, ia selalu mengingatnya tak hanya melalui lisan, tapi juga mengamalkan perintah-Nya, serta mencoba menahan diri dari godaan hawa nafsu yang selalu mengajak untuk berbuat kejahatan dan kemaksiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *