ajaran agama
Hikmah

Di Akhir Zaman, Memegang Ajaran Agama Semakin Berat

Agama sebagai pedoman manusia agar hidupnya terarah, tak tersesat jalan hidupnya, serta tak terlalu mementingkan materi saja, tapi mencoba menggabungkan kebutuhan materi dan Ruhani, menyeimbangkan urusan dunia dan akhiratnya.

Untuk menjalankan perintah agama dibutuhkan kesungguhan dan kesabaran yang tinggi, karena banyak ujian atau rintangan yang selalu akan dihadapi, baik cemoohan, atau ejekan, bahkan dianggap aneh oleh orang lain. Hal ini sesuai dengan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « يأتي على الناس زمان القابض على دينه كالقابض على الجمر » رواه الترمذي

Artinya: diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah bersabda:Akan datang untuk manusia suatu masa dimana orang yang memegang ajaran agama seperti orang yang memegang bara api. (HR. Tirmidzi)

Menurut Imam Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang memegang hukum atau ajaran Agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi ibarat memegang bara api, Hadis diatas sebagai bukti mukjizat Nabi akan prediksi kejadian yang akan terjadi.

Salah satu contoh konkrit yang dialami oleh Umat islam yaitu perpecahan umat karena perpedaan dalam memahami ajaran agama yang selalu ditumpangi kepentingan pribadi, golongan bahkan kepentingan politik sehingga berani menyalahkan orang lain.

Sebetulnya Agama( الدين) mempunyai beberapa arti, seperti yang dijelaskan oleh Imam Syahrastani dalam Al-Milal wa Al-Nihal.
Pertama, berarti tunduk(الإنقياذ) dan taat(الطاعة), Kedua, Pembalasan(الجزاء) Seperti dalam keterangan كما تدين تدان artinya seperti engkau berbuat, pasti akan menerima balasannya. Ketiga, perhitungan amal(الحساب).

Dari penjelasan diatas menjadi jelas bahwa orang yang berpegang teguh dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulnya akan dibalas amalnya sesuai yang ia lakukan.

Kunci mengahadapi semuanya, tidak lain adalah harus Istiqomah atau kesungguhan hati dalam beramal terutama tak terburu-buru dalam bertindak, misalnya ingin cepat kaya, ingin cepat naik jabatan, ingin alim dalam agama, tapi semua harus melalui proses yang panjang, hal ini harus dikuatkan dengan kesabaran, agar ajaran agama ini semakin mendarah daging tak cepat hilang, hengkang dari muka bumi ini.

Bila kita tinggalkan ajaran-ajaran Agama maka lambat laun Islam hanya menjadi sebuah simbol semata, maka dari itu amalkanlah sebuah ajaran sebatas kemampuan kita.

GG. Mujair 6, 01-9-2018

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *