Di Akhirat kelak, Mampukah Manusia Mengenal Kerabatnya?

Islam mengajarkan umatnya untuk saling berkenalan satu dan yang lainnya agar tercipta hubungan yang harmonis terutama yang masih ada hubungan keluarga dekat. Ternyata menjaga hubungan yang baik ini akan membawa dampak ini

Kehidupan manusia tak terbatas di dunia semata, di akhirat kelak ia akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah dilakukan. Setiap manusia akan mendapatkan balasan amalnya, bila baik ia akan mendapatkan pahala kebaikannya, sebaliknya bila ia berbuat kejahatan maka ia akan merasakan dampaknya.

Islam mengajarkan umatnya untuk saling berkenalan satu dan yang lainnya agar tercipta hubungan yang harmonis terutama yang masih ada hubungan keluarga dekat. Ternyata menjaga hubungan yang baik ini akan mempermudah pintu rizki dan keberkahan dalam hidup. Sedangkan diakhirat kelak manusia akan sibuk dengan urusan pribadi masing-masing, dari sini timbul pertanyaan mengenai kemampuan manusia untuk mengenali kerabat-kerabatnya di akhirat kelak, mungkinkah hal itu bisa terjadi?

Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’Al-Misriyyah pernah ada pembahasan mengenai hal itu,

اﻟﺘﻌﺮﻑ ﻋﻠﻰ اﻷﻗﺎﺭﺏ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﺭﺅﻳﺘﻬﻢ ﻭﻣﻌﺮﻓﺘﻬﻢ ﺃﻣﺮ ﻣﻤﻜﻦ ﺇﻥ ﺗﻴﺴﺮ اﻟﻠﻘﺎء ﺑﻬﻢ، ﺃﻣﺎ اﻟﺘﻌﺮﻑ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﻨﻔﻊ ﻭاﻹﻓﺎﺩﺓ ﻓﻘﺪ ﻭﺭﺩ ﻓﻴﻪ ﻗﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ {ﻳﻮﻡ ﻳﻔﺮ اﻟﻤﺮء ﻣﻦ ﺃﺧﻴﻪ. ﻭﺃﻣﻪ ﻭﺃﺑﻴﻪ ﺛ ﻭﺻﺎﺣﺒﺘﻪ ﻭﺑﻨﻴﻪ. ﻟﻜﻞ اﻣﺮﺉ ﻣﻨﻬﻢ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺷﺄﻥ ﻳﻐﻨﻴﻪ}
ﻋﺒﺲ: 34-37. ﻭﺳﺘﻜﻮﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺷﻔﺎﻋﺔ اﻟﻮﻟﺪ اﻟﺼﻐﻴﺮ اﻟﺬﻯ ﺻﺒﺮ ﺃﺑﻮﻩ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺗﻪ، ﻭﻳﺄﺧﺬ ﺑﻴﺪﻩ ﻭﻳﺪﺧﻞ ﻣﻌﻪ اﻟﺠﻨﺔ.

Mengenal kerabat merupakan sesuatu yang mungkin terjadi bila ia pernah bertemu. Adapun maksud mengenal dalam arti memberikan manfaat dan sesuatu yang berguna maka ada keterangan dalam Al-Qur’an, Surat Abasa 34-37 yang artinya:”Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,dari ibu dan bapaknya,dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. Abasa 34-37).

Dari sini anak kecil yang meninggal dunia akan memberikan syafaat kepada orangtuanya yang sabar atas kematiannya, ia akan memegang tangan orangtuanya menuju surga.

Dari sini dapat dipahami bahwa ada beberapa golongan yang mampu memberikan syafaat kepada orang lain terutama para Nabi, Ulama’ dan orang yang mati syahid akan mampu mengenali kerabat, sahabat dan memberikan pertolongan kepada mereka.

Leave a Reply