Doa Nabi yang berisi 4 Kunci Kesuksesan - masholeh.com
0 views

Doa Nabi yang berisi 4 Kunci Kesuksesan

Doa termasuk kategori dalam ibadah. Pada hakikatnya doa merupakan bentuk pengakuan diri atas ketidakberdayaannya dihadapan Penciptanya. Dari sini, orang yang tak mau berdoa berarti menganggap dirinya telah mampu bahkan tak sadar dirinya sudah terhinggapi penyakit sombong.

doa, amalan

Doa termasuk kategori dalam ibadah. Pada hakikatnya doa merupakan bentuk pengakuan diri atas ketidakberdayaannya dihadapan Penciptanya. Dari sini, orang yang tak mau berdoa berarti menganggap dirinya telah mampu bahkan tak sadar dirinya sudah terhinggapi penyakit sombong.

Nabi Muhammad SAW sebagai seorang teladan yang baik menganjurkan umatnya untuk selalu berdoa. Salah satu doa Nabi yang berisi 4 Permintaan patut kita amalkan, seperti dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

ﻭﻋﻦ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: “اﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ اﻟﻬﺪﻯ، ﻭاﻟﺘﻘﻰ، ﻭاﻟﻌﻔﺎﻑ، ﻭاﻟﻐﻨﻰ” ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ.

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA bahwasanya Nabi berdoa:” Ya Allah, aku meminta kepadamu agar selalu diberikan petunjuk, bertambah ketakwaan, mampu menjaga diri dan selalu tercukupi.” (HR. Muslim).

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan maksud hadits diatas yaitu bahwa Nabi meminta 4 hal.

Pertama, agar selalu diberikan petunjuk (hidayah) ke jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang diberikan kenikmatan yaitu Para Nabi, Orang yang benar (Shiddiqin) dan para Syuhada (orang yang mati dalam peperangan untuk menegakkan Islam).

Kedua, bertambah ketakwaan, selalu takut akan siksaan-Nya dengan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ketiga, agar dilindungi supaya tak terlalu tergiur dalam urusan duniawi.

Keempat, selalu tercukupi kebutuhannya dengan tak terlalu menggantungkan diri kepada orang lain.

Sedangkan menurut Imam Thayyibi menjelaskan bahwa Hidayah dan ketakwaan seseorang sebagai kunci mendapatkankan keberuntungan dunia dan akhirat juga sebagai modal dasar seseorang memiliki akhlak yang mulia.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa Nabi mengajanjurkan umatnya agar selalu memegang ketakwaan dan menjaga akhlak yang mulia dengan hidup mandiri tak menyusahkan atau merugikan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *