adab saat di masjid

Doa Nabi yang Diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib saat Mengalami Kesulitan

tiap manusia pasti pernah merasakan getir pahit kehidupan mulai senang dengan banyak uang, sedih kala perut merintih, bangga dikala banyak teman, putus asa dikala dijauhi kawan. Semua itu akan cepat berlalu, silih berganti seiring perubahan waktu.

Yang terpenting adalah mampu menyikapi permasalahan ini dengan bijaksana tanpa mengedepankan emosi karena tak mendapatkan solusi sehingga hasilnya tak berisi.

Kehidupan di dunia ini ibarat seperti sebuah permainan yang menggiurkan serta melalaikan bagi penggemarnya sehingga lupa tanggungjawab kepada keluarga, lupa istri dan anak, juga lupa tanggungjawab kepada atasannya sehingga kewajibannya menjadi terbengkalai.

Doa merupakan senjata orang mukmin saat mengalami kesusahan atau sedang merasakan kenikmatan. Setiap muslim dianjurkan untuk memanjatkannya dengan tujuan agar selalu mendapatkan Ridha Allah dan terlindungi dari segala marabahaya.

Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw kepada sahabatnya yang bernama Ali bin Abi Thalib saat mengalami kesusahan, kesulitan dalam berbagai hal mulai ekonomi, keluarga maupun yang lainnya yaitu,

لا إله إلا الله الكريمُ الحليمُ، وسبحانَهُ وتباركَ ربُّ العرشِ العظيم، والحمدُ لله ربّ العالمين

La Ilaha illa Allah Al Karim Al Hakim wa subhanahu wa tabaraka Rabbul Arsyi Al Adzim Wal Hamdu lilllahi Rabbil Al-Amin

Artinya:” Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Dzat yang Mulia lagi Maha Penyantun. Maha Suci dan Maha menghendaki kebaikan penguasa Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Anjuran ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Saw,

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺟﻌﻔﺮ، ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻗﺎﻝ: ﻟﻘﻨﻨﻲ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻫﺆﻻء اﻟﻜﻠﻤﺎﺕ، ﻭﺃﻣﺮﻧﻲ ﺇﻥ ﻧﺰﻝ ﺑﻲ ﻛﺮﺏ ﺃﻭ ﺷﺪﺓ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻟﻬﺎ: ” ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ اﻟﻜﺮﻳﻢ اﻟﻌﻈﻴﻢ، ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ، ﺗﺒﺎﺭﻙ اﻟﻠﻪ ﺭﺏ اﻟﻌﺮﺵ اﻟﻌﻈﻴﻢ، اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ اﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, dari Ali bin Abi Thalib berkata:”Rasulullah telah mengajariku beberapa kalimat doa serta selalu memerintahkan kepadaku untuk membacanya terutama saat sedang mengalami kesusahan yaitu membaca: Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Dzat yang Mulia lagi Maha Penyantun. Maha Suci dan Maha menghendaki kebaikan penguasa Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *