Kajian Islam

Dua Penyebab Seseorang Masuk Neraka

Orang yang berbuat kebaikan akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang setimpal tanpa dikurangi sedikitpun. Begitu juga orang yang berbuat kejahatan akan merasakan balasan kelak diakhirat terkecuali bila seseorang melakukan taubat yang benar.

Baca juga: http://masholeh.com/ahli-ibadah-tapi-menjadi-penghuni-ahli-neraka-ini-penyebabnya/

Seringkali seseorang meremehkan dosa-dosa kecil padahal bila dilakukan secara terus-menerus maka akan menjadi besar serta sebagai penyebab seseorang mendapatkan murka dari Allah SWT.

Baca juga: http://masholeh.com/iblis-juga-ahli-ibadah-kenapa-dia-di-neraka/

Hal-hal yang menyebabkan seseorang masuk neraka diantaranya disebabkan lisan yang tak terkontrol sehingga menimbulkan fitnah bahkan melukai perasaan orang lain. Urusan bawah perut juga menjadi faktor penyebab seseorang akan
merasakan kerugian yang mendalam. Ini sesuai keterangan dalam hadits Nabi,

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أكثر ما يدخل الناس الجنة فقال تقوى الله وحسن الخلق وسئل عن أكثر ما يدخل الناس النار فقال الفم والفرج
رواه الترمذي وابن حبان في صحيحه والبيهقي في الزهد وغيره

Artinya:” Diriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata:”Rasulullah pernah ditanya tentang hal-hal yang menyebabkan masuk surga.
Kemudian Nabi masih:”takwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik. Nabi juga ditanya penyebab seseorang masuk neraka. Lantas beliau menjawab:”Lisan dan farji (kelamin). (HR. Turmudzi, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya serta imam Baihaqi dalam kitab Zuhud).

Syeh Muhammad bin Alan dalam kitab Dalil Al-Falihin menjelaskan penyebab seseorang masuk neraka adalah tak mampu mengontrol mulutnya dari berbagai macam dosa seperti mengucapkan kata-kata yang menyebabkan kekafiran, suka membicarakan kejelekan orang lain juga mempunyai kebiasaan adu domba dan memutar balikkan fakta kebenaran. Begitu juga urusan bawah perut (farji) mengahantarkan seseorang menjadi penghuni neraka karena melakukan perzinahan atau melakukan homoseksual, sungguh hal ini sangat dilarang oleh agama.

Baca juga: http://masholeh.com/kategori-air-mata-yang-dapat-menghapus-dosa/

Ucapan memang lebih tajam daripada pedang sehingga harus hati-hati menggunakannya. Salah satu cara meredamnya adalah dengan berpikir sejenak akan bahaya dan manfaat sebelum mulai berbicara sehingga ia tak terburu-buru dalam mengeluarkan kata-kata yangakan menyakitkan hati orang lain.

Dan cara untuk melindungi diri agar tak terjebak dalam perzinahan atau prostitusi maka harus mampu menahan pandangan juga hawa nafsunya sehingga tak melampiaskan nafsu libidonya kepada orang lain.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *