Empat Fase yang akan dilalui Manusia

Manusia selalu berubah, berawal dari ketiadaan  menjadi ada wujudnya, kemudian tak ada lagi. Perubahan yang cepat ini harus disikapi dengan bijaksana, pastinya dengan bekal yang cukup banyak.

Imam Suyuthi dalam kitab Busyra al-Kasib bi Liqa’ al-Habib mengutip perkataan Abu al- Qasim  yang menjelaskan tentang empat fase yang akan dilalui oleh manusia, setiap fase lebih luas jangkauan daripada sebelumnya:

Pertama, fase di dalam kandungan ibu (rahim), tempat ini sangat sempit dan gelap. Kedua, fase di alam dunia, disini manusia dilahirkan serta ia akan bertumbuh dan berkembang. Tempat ini sebagai penentuan amal baik ataupun buruk seseorang, maka perlu disiapkan dalam menghadapi fase setelahnya. Ketiga, Alam barzakh. Tempat ini lebih luas daripada alam dunia. Keempat, Alam keabadian, baik Surga maupun Neraka.

Dari keterangan diatas, kematian hanya perpindahan dari satu alam menuju alam lain, diawali proses terpisahnya ruh manusia dari jasadnya. Dan semua makhluk pasti akan merasakannya. Abu Naim al-Asfihani dalamkitab Hilyat al-Auliya’ wa Thabaqat al-Asfiya’ mengutip nasehat Abdu Rabb kepada Makkhul yang berisi:

“Wahai aba Abdillah, apakah kamu suka Surga?

Ia menjawab: “siapa yang tak suka surga?”tandasnya.

Kemudian ia mengatakan: kamu harus mati terlebih dahulu, karena tak mungkin kamu masuk surga bila tak mati terlebih dulu.”tuturnya.

Nasehat diatas mengingatkan kita bahwa perjalanan manusia masih panjang, maka perlu persiapan yang matang, serta tak terkecoh untuk mendapatkan surga dengan cara yang tak dibenarkan oleh aturan Agama.

 

Lorong Senyap, 12-10-2018

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan