musafir

Empat hal yang perlu dipersiapkan oleh Musafir

Setiap orang pasti selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari sesuatu yang diinginkan, baik makanan, minuman maupun pertemanan. Semua ini sudah menjadi Sunnatullah (ketentuan Allah di muka bumi ini).

Dalam Ajaran Islam ada keringanan bagi seorang musafir yang sudah memenuhi persyaratan untuk menjamak dan mengqasar atau meringkas Shalat, begitu juga diperbolehkan untuk berbuka puasa. Namun seorang Musafir harus menjaga sopan santun selama diperjalanan.

Imam al-Qusyairi dalam Risalahnya mengutip pendapat Abu Ya’kub as-Susi yang berbunyi:

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻳﻌﻘﻮﺏ اﻟﺴﻮﺳﻲ: ﻳﺤﺘﺎﺝ اﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﺇﻟﻰ أربعة ﺃﺷﻴﺎء ﻓﻲ ﺳﻔﺮﻩ: ﻋﻠﻢ ﻳﺴﻮﺳﻪ، ﻭﻭﺭﻉ ﻳﺤﺠﺰﻩ، ﻭﻭﺟﺪ ﻳﺤﻤﻠﻪ، ﻭﺧﻠﻖ ﻳﺼﻮﻧﻪ

Artinya: Abu Ya’kub as-Susi berkata: “Empat hal yang selalu dibutuhkan seorang musafir: Pertama, Ilmu yang selalu menjadi petunjuk bagi dirinya. Kedua, selalu waspada dengan menjaga kehati-hatian. Ketiga, membawa bekal yang cukup. Keempat, berakhlak yang baik”.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa seorang musafir harus menyiapkan diri dan mental, juga mempersiapkan bekal yang cukup agar tak merepotkan dirinya dan orang lain, serta selalu menjaga sopan santun selama di perjalanan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *