Empat Kategori Dasar Berpolitik Yang Baik

Dasar berpolitik yang bijaksana ada empat kategori

Berbicara tentang urusan politik memang pembahasannya tak ada habisnya, selalu ada bahan untuk dikaji, baik strategi yang sering menghabiskan energi, maupun para politikus yang selalu unjuk gigi dari pagi ketemu pagi lagi.

Beruntung orang yang berpolitik dengan cara cerdik tanpa menjatuhkan harga diri lawan-lawannya sehingga ia selalu terhormat dihadapan pendukungnya juga disegani oleh rival-rivalnya.

Syeh Ar-Ragib al-Asfihani dalam Kitab Makarim as-Syariah menjelaskan bahwa:

ﻓﺄﺷﺮﻑ ﺃﺻﻮﻝ اﻟﺼﻨﺎﻋﺎﺕ اﻟﺴﻴﺎﺳﺔ ﻭﻫﻲ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺿﺮﺏ: اﻷﻭﻝ: ﺳﻴﺎﺳﺔ اﻷﻧﺒﻴﺎء ﻭحكمهم ﻋﻠﻰ اﻟﺨﺎﺻﺔ ﻭاﻟﻌﺎﻣﺔ، ﻇﺎﻫﺮﻫﻢ ﻭﺑﺎﻃﻨﻬﻢ.
ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: اﻟﻮﻻﺓ ﻭﺣﻜﻤﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﻇﺎﻫﺮ اﻟﺨﺎﺻﺔ ﻭاﻟﻌﺎﻣﺔ ﺩﻭﻥ ﺑﺎﻃﻨﻬﻢ.
ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: اﻟﺤﻜﻤﺎء ﻭﺣﻜﻤﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﺎﻃﻦ اﻟﺨﻮاﺹ.
ﻭاﻟﺮاﺑﻊ: اﻟﻔﻘﻬﺎء ﻭاﻟﻮﻋﻈﺔ ﻭﺣﻜﻤﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﻮاﻃﻦ اﻟﻌﺎﻣﺔ.
ﻭﺃﺷﺮﻑ ﻫﺬﻩ اﻟﺴﻴﺎﺳﺎﺕ اﻝﺃﺭﺑﻌﺔ ﺑﻌﺪ اﻟﻨﺒﻮﺓ ﺇﻓﺎﺩﺓ اﻟﻌﻠﻢ ﻭﺗﻬﺬﻳﺐ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻪ

Dasar berpolitik yang bijaksana ada empat kategori, yaitu:
Pertama, Strategi politik para Nabi  ditujukan kepada orang masyarakat awam maupun kalangan khusus tak hanya dalam urusan lahiriyah semata tapi juga batin mereka.

Kedua, Para pemimpin pemerintahan atau pejabat yang hanya mengurusi urusan lahiriyah semata.

Ketiga, Para filosof atau cendikiawan yang hanya terbatas mengurusi urusan batin masyarakat tertentu atau kalangan khusus.

Keempat, Para Ulama’ maupun penceramah yang bertugas mengurusi moral masyarakat pada umumnya.

Setelah tak ada kenabian maka strategi politik yang baik adalah memberikan pemahaman yang benar serta memberikan solusi yang dibutuhkan mereka.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa setiap elemen masyarakat mempunyai peran masing-masing, tinggal upaya mengkombinasikan semuanya sehingga saling melengkapi. Hal ini ibarat pelangi, enak dipandang mata karena tersusun dari berbagai warna dan berbagai karakter yang mampu bersatu sehingga membuat keindahan tersendiri.

Maka dari itu, perbedaan bila dikombinasikan akan menjadi sesuatu yang berharga. Bangsa ini akan maju bila saling menghormati satu dan yang lainnya, bukan saling mencela yang akan mengakibatkan hancurnya sebuah bangsa.

Leave a Reply