Tiada satu pun manusia yang terlahir ke Dunia ini dalam keadaan berilmu. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak mampu merespon permasalahan dirinya maupun orang lain kecuali dengan adanya proses belajar yang terus menerus, karena pada hakikatnya ilmu bisa didapatkan dengan cara belajar, bukan melalui wirid atau tiduran.

Empat Keistimewaan Umat Nabi Muhammad Dibandingkan yang lain

Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang terakhir sebagai penutup diutusnya para Nabi. Begitu juga umatnya sebagai umat yang terakhir.  Namun Allah memberikan keistimewaan kepada umatnya seperti keterangan dalam Hadits:

عن أبي ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ﻧﺤﻦ اﻵﺧﺮﻭﻥ اﻟﺴﺎﺑﻘﻮﻥ. رواه البخاري.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: ” Kami Umat yang terakhir, tetapi masuk surga terlebih dahulu.”(HR. Bukhari).

Imam al-Munawi dalam Faidhul al-Qadir menjelaskan bahwa Umat Nabi Muhammad diberikan kenikmatan berupa dijadikan saksi untuk seluruh Umat terdahulu serta dicatat sebagai sebagai sebaik-baiknya Umat.

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam kitab Tanbih al-Ghafilin mengutip kisah tentang Nabi Adam yang menjelaskan:

ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻄﻰ ﺃﻣﺔ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺭﺑﻊ ﻛﺮاﻣﺎﺕ ﻣﺎ ﺃﻋﻄﺎﻧﻴﻬﺎ:

Sesungguhnya Allah memberikan empat keistimewaan kepada Umat Nabi Muhammad yang tak diberikan kepadaku:

Pertama, Allah menerima taubatku di Makkah, sedangkan Umat Nabi Muhammad akan diterima taubatnya dimanapun ia berada.

Kedua, waktu disurga aku memakai pakaian, tapi ketika aku melakukan kemaksiatan, maka seketika aku menjadi telanjang. Sedangkan Umat Nabi Muhammad bermaksiat dengan telanjang bulat, kemudian Allah menutupinya.

Ketiga, sewaktu aku bermaksiat seketika itu aku langsung berpisah dengan istriku. Sedangkan Umat Nabi Muhammad melakukan maksiat, lantas Allah tak memisahkan mereka dengan Istrinya.

Keempat, Tatkala aku bermaksiat disurga saat itu juga aku dikeluarkan dari sana. Sedangkan Umat Nabi bermaksiat di luar Surga lalu bertaubat, mereka akan dimasukkan Surga.

Itulah keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada Umat Nabi Muhammad. Maka dari itu, Umat Nabi wajib bersyukur atas anugerah ini dengan cara mengikuti Sunnah-Sunnahnya sebatas kemampuannya, serta memperbanyak membaca shalawat kepadanya agar mendapatkan Syafaat di dunia dan di akhirat.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *