Enam Sifat Hati Manusia dan Penyebabnya

Dalamnya lautan mampu ditebak, diterka oleh manusia, namun dalamnya hati manusia tak ada yang mampu mengukurnya. Itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan sifat-sifat hati manusia yang selalu berubah-ubah setiap waktu.

Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip perkataannya Abu Bakar al-Warraq:

ﻟﻠﻘﻠﺐ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎء ﺣﻴﺎﺓ ﻭﻣﻮﺕ ﻭﺻﺤﺔ ﻭﺳﻘﻢ ﻭﻳﻘﻈﺔ ﻭﻧﻮﻡ

Hati manusia memiliki enam sifat: Hidup, mati, sehat, sakit, terjaga, tidur.

Penjelasan diatas menggambarkan bahwa hati manusia mempunyai enam sifat yang selalu berubah-rubah yang harus dicari obatnya atau dicari solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi, yaitu:

Pertama, Hati akan menjadi lebih hidup bila selalu mendapatkan siraman Ruhani atau petunjuk  dari Allah baik melalui al-Qur’an maupun Sunnah Nabi Muhammad.

Kedua, Hati akan mati bila ia tersesat, tak mau beriman kepada Al-Qur’an maupun kepada Nabi sehingga hidupnya semakin parah karena hatinya sudah tak terarah.

Ketiga, Sehatnya hati seseorang bila selalu dipupuk, serta selalu disucikan dari berbagai segala kekurangan.

Keempat, hati seseorang akan merasakan sakit bila terkotori oleh berbagai maksiat maupun dosa.

Kelima, Hati seseorang akan bangkit dari Keterpurukan dengan cara memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dengan melakukan shalat atau menggunakan bacaan lainnya.

Keenam, Hati manusia juga akan merasakan redup bahkan tidur terlelap disaat ia lupa akan kewajiban, maupun lupa kepada Allah.

Keenam hal ini sebagai Tanda-Tandanya hati manusia yang selalu berubah setiap saat, setiap tempat, maupun setiap keadaan, maka dari itu manusia harus selalu menjaganya agar menjadi manusia yang baik dan berguna.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *