Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an

Etika Membaca Al Qur’an yang perlu Dicermati


Agama Islam tidak hanya membahas akidah dan syariat  saja, namun juga konsen dalam urusan akhlak atau etika kepada diri sendiri, kepada Tuhannya dan kepada orang lain bahkan ketika hendak membaca Al-Qur’an pun Islam mengatur tata cara beretika dengan baik.

Salah satu ibadah yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an, kitab suci bagi umat Islam sebagai pedoman hidup dalam mengarungi kehidupan di dunia sampai akhirat. Syeh Ali Adhabba’ dalam Fathul Karim al-Mannan menjelaskan adab bagi orang yang hendak membaca Al-Qur’an, diantaranya:

Baca juga

Surat Al Fatihah memuat Isi pokok kandungan Al Qur’an

Pertama, Ketika hendak membacanya harus didasari niat yang ikhlas karena Allah bukan untuk mencari pujian manusia atau mencari kepentingan sesaat.

Kedua, tak menjadikan al-Qur’an sebagai sumber mata pencaharian, kalaupun ada sesuatu yang ia dapatkan bukan diniatkan sebagai upah tapi niat membantu orang lain agar mampu membaca dan memahami Al-Qur’an.

Ketiga, Harus menjaga etika, sopan santun dengan al-Qur’an dengan menghadirkan hati untuk bermunajat kepada Allah seolah-olah dirinya selalu diawasi oleh-Nya.

Baca juga

Pahala bacaan Qur’an untuk Mayit tenyata Sampai seperti Kisah Ini

Keempat, membersihkan mulut ketika hendak membaca Al-Quran dengan bersiwak terlebih dahulu agar menjadi bersih.

Kelima, memperbanyak menangis ketika membaca ayat Al-Qur’an terutama ayat yang berkaitan tentang siksaan (adzab).

Dari penjelasan ini, orang yang hendak membaca Al-Qur’an harus menjaga etika. Hal ini bertujuan agar menambah kekhusyuan serta  agar mendapatkan syafaat sebab menghormati kitab Allah. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻣﺎﻣﺔ اﻟﺒﺎﻫﻠﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ اﻗﺮﺅﻭا اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺄﺗﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺷﻔﻴﻌﺎ ﻻﺻﺤﺎﺑﻪ.  ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Umamah al-Bahili RA berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda:”Bacalah al-Qur’an karena kelak pada hari kiamat akan memberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa al-Qur’an akan menjadi sosok yang akan memberi syafaat kepada pembacanya yang akan mendapatkan keberuntungan diakhirat, maka dari perbanyak membaca Al-Qur’an dengan menggunakan adab yang baik agar hidupnya semakin menarik.

Imam Nawawi dalam kitab Riayadhu Sholihin mengutip sebuah hadits Nabi,

وعن معاوية، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين” متفق عليه

Artinya: Diriwayatkan dari Muawiyah RA berkata:”Rasulullah bersabda:”Orang yang dikehendaki oleh Allah menjadi baik maka akan diberikan pemahaman dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut Syeh Muhammad bin Alan dalam kitab Dalil Al-Falihin menjelaskan bahwa hadits ini berisi tentang anjuran agar menjadi orang yang dikasihi oleh Allah maka harus belajar dan memahami ajaran-ajaran agama terutama yang berkaitan dengan hukum.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *