Etika Tuan Rumah Saat Didatangi Tamu - masholeh.com
2 views

Setiap manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain, baik materi maupun non materi misalnya doa ataupun motivasi penyemangat. Dari sini Islam mengajarkan pentingnya menghargai orang lain karena pada hakikatnya mereka saling membutuhkan satu dan yang lainnya.

Ketika seseorang hendak mengadakan acara dan mengundang banyak orang maka  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini sesuai dalam Hadits Nabi,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭاﻟﻴﻮﻡ اﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺿﻴﻔﻪ. رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:”barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka ia harus memuliakan tamu. (HR. Bukhari)

Menurut imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang beriman harus menghormati tamunya, tak boleh membeda-bedakannya baik yang kaya atau miskin dengan sambutan yang baik dan muka berseri-seri.

Sedangkan menurut Abu Al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa ada tiga etika Tuan rumah saat kedatangan tamu undangan.

ﻓﺄﻭﻟﻬﺎ: ﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﻜﻠﻒ ﻟﻠﻀﻴﻒ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻄﻴﻖ، ﻭﻻ ﻳﺠﺎﻭﺯ ﻓﻴﻪ اﻟﺴﻨﺔ.

Pertama, Tuan rumah tak boleh memberikan beban kepada tamu akan sesutu yang memberangkatkan dirinya.

ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻥ ﻻ ﻳﻄﻌﻤﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺣﻼﻝ

Kedua, memberikan suguhan dari makanan atau minuman yang halal.

ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﺃﻥ ﻳﺤﻔﻆ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻗﺖ اﻟﺼﻼﺓ

Ketiga, mengingatkan pentingnya shalat saat telah memasuki waktu shalat.

Dari penjelasan ini, tuan rumah harus memberikan sambutan yang baik karena hal ini berkaitan Keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *