Fenomena-fenomena yang diprediksi oleh Izzuddin bin Abdussalam - masholeh.com
0 views

Fenomena-fenomena yang diprediksi oleh Izzuddin bin Abdussalam

angan dalam dirinya sehingga tak mudah menyalahkan orang lain, juga menyadari segala perbuatan pada hakikatnya Allah yang menilai, menerima atau tidak, manusia hanya menilai dari luarnya saja, batin seseorang hanya Allah yang tahu, maka jangan mudah menilai seseorang dari luarnya saja, apalagi mudah mengkafirkan orang lain.

Hiruk pikuk kehidupan cukup menarik, banyak orang menggunakan intrik, mengkritik pendapat orang lain dengan cara yang tak cerdik, lebih mengedepankan kepentingan daripada persatuan, lebih mengutamakan otot sebagai penyelesaian daripada menggunakan logika manusia.

Fenomena diatas seperti yang disinyalir oleh Sultan Ulama’ Izzuddin bin Abdussalam dalam Qawaid Kubranya maupun di kitab Bayan Ahwalinnas Yaum al-Qiyamah yaitu:

فكم من عاص يظن أنه مطيع،

Berapa banyak orang yang maksiat merasa dirinya orang yang taat.

ومن بعيد يظن أنه قريب

Orang yang jauh dari Allah merasa dirinya dekat dengan-Nya.

ومن مخالف يعتقد أنه موافق

Orang yang bertentangan dengan Syariat mengaku orang yang sesuai dengan ajaran.

ومن منتهك يعتقد أنه متنسك

Orang yang malas ibadah mengaku dirinya ahli ibadah.

ومن مدبر يعتقد أنه مقبل،

Orang yang menyimpang mengaku dirinya sebagai orang sesuai ajaran.

ومن هارب يعتقد أنه طالب

Orang yang lari dari-Nya mengaku dirinya sebagai orang yang mencari Ridha-Nya.

ومن جاهل يعتقد أنه عارف

Orang yang tak berilmu merasa dirinya orang yang tahu.

ومن آمن يعتقد أنه خائف

Orang yang merasa dirinya aman mengaku dirinya orang yang diintimidasi.

ومن مراء يعتقد أنه مخلص

Orang yang pamer mengaku dirinya orang yang ikhlas dalam beramal.

ومن ضال يعتقد أنه مهتد

Orang yang tersesat mengaku dirinya sebagai orang yang mendapatkan petunjuk.

ومن عم يعتقد أنه مبصر

Orang yang buta hati mengaku dirinya orang yang tahu.

ومن راغب يعتقد أنه زاهد

Orang yang gila dunia merasa dirinya orang yang Zuhud.

وكم من عمل يعتمد عليه المرائي وهو وبال عليه

Berapa banyak amal kebaikan yang diklaim oleh orang yang pamer padahal itu menjadikan ia celaka.

وكم من طاعة يهلك بها المتسمع وهي مردودة إليه

Berapa banyak ketaatan yang dilakukan oleh orang yang ingin amalnya didengar oleh orang lain padahal tak akan diterima oleh Allah.

Dari prediksi diatas sekiranya orang Islam harus menyadari segala kekurangan dalam dirinya sehingga tak mudah menyalahkan orang lain, juga menyadari segala perbuatan pada hakikatnya Allah yang menilai, menerima atau tidak, manusia hanya menilai dari luarnya saja, batin seseorang hanya Allah yang tahu, maka jangan mudah menilai seseorang dari luarnya saja, apalagi mudah mengkafirkan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *