Ghibah tidak dari Ucapan Saja, Ini hal-hal termasuk kategorinya

Islam melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan ghibah bahkan diumpamakan seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Secara definisi ghibah adalah menyebut kejelekan orang lain yang ia tidak sukai baik dari segi fisiknya, agamanya, dunianya, prilakunya, harta bendanya, anak-anaknya, orangtuanya, pembantunya dan hal-hal lainnya.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memaparkan lebih jauh kategori yang termasuk kedalam ghibah tidak hanya dari segi ucapan saja tetapi bisa lewat tulisan atau isyarat melalui tangan atau menggunakan kepala.

Pertama, ghibah tentang fisik atau badan seseorang, misalnya: dia itu orangnya buta, tuli, hitam kulitnya, dekil.

Kedua, dalam urusan agama, misalnya seseorang berkata kepada orang lain menggunakan panggilan fasik, dhalim, meremehkan shalat.

Ketiga, dalam urusan dunia, misalnya seseorang memanggil orang lain seperti hai orang yang tak beradab, banyak makan, banyak tidur.

Keempat, yang berkaitan dengan orangtua atau leluhurnya seperti bapaknya itu orang fasik, kurang baik prilakunya.

Kelima, berkaitan dengan akhlak seseorang seperti dia orang sombong, pamer, riya’.

Keenam, yang berkaitan dengan pakaian seseorang seperti bajunya kotor, kekecilan, sobek.

Dari penjelasan ini, seseorang harus lebih hati-hati dalam berbicara dan bergaul agar tak menyakiti orang lain terutama dengan cara ghibah yang sering tak disadari oleh seseorang karena dampaknya akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *