Hadis-Hadis tentang Anjuran Disiplin

Manusia yang beruntung ialah orang yang mampu mengatur waktu dan kesempatan dengan baik serta mampu menggunakan secara baik sehingga menjadi produktif dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Tanpa adanya kedisiplinan yang tinggi niscaya banyak waktu yang terbuang secara sia-sia sehingga umurnya kurang berkah bahkan menjadi orang yang merugi.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya terutama anjuran-anjuran dalam Al Qur’an yang diabadikan menjadi nama surat seperti Surat Al Asr yang berarti demi masa maupun ayat-ayat lain.

Hadis-Hadis tentang Disiplin

Begitu pula banyak hadis Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang berisi anjuran untuk menggunakan waktu secara disiplin, diataranya:

Pertama, hadis tentang 2 kenikmatan yang sering dilupa oleh kebanyakan manusia yaitu

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ . رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Ada dua nikmat yang sering dilupa oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan kesempatan. (HR. Bukhari).

Kedua, hadis tentang pentingnya menggunakan 5 waktu sebelum datang waktu yang lain.

ﻭﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ  قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم لرجلٍ وهو يَعِظُه : اغتنِمْ خمسًا قبل خمسٍ : شبابَك قبل هَرَمِك، وصِحَّتَك قبل سَقَمِك، وغناك قبل فقرِك، وفراغَك قبل شُغلِك، وحياتَك قبل موتِك.ﺭﻭاﻩ اﻟﺤﺎﻛ

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menasehati seseorang: pergunakan lima waktu ini sebelum datang waktu yang lain yaitu mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang masa sakitmu, kayamu sebelum datang fakirmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan hidupmu sebelum datang ajalmu. (HR. Hakim).

Ketiga, hadis tentang anjuran membagi waktu.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﻌﺒﺎﺱ، ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ، ﻗﺎﻝ ﻟﻲ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺃﻟﻢ ﺃﺧﺒﺮ ﺃﻧﻚ ﺗﻘﻮﻡ اﻟﻠﻴﻞ ﻭﺗﺼﻮﻡ اﻟﻨﻬﺎﺭ؟» ﻗﻠﺖ: ﺇﻧﻲ ﺃﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ، ﻗﺎﻝ: «ﻓﺈﻧﻚ ﺇﺫا ﻓﻌﻠﺖ ﺫﻟﻚ ﻫﺠﻤﺖ ﻋﻴﻨﻚ، ﻭﻧﻔﻬﺖ ﻧﻔﺴﻚ، ﻭﺇﻥ ﻟﻨﻔﺴﻚ ﺣﻘﺎ، ﻭﻷﻫﻠﻚ ﺣﻘﺎ، ﻓﺼﻢ ﻭﺃﻓﻄﺮ، ﻭﻗﻢ ﻭﻧﻢ» رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Al Abbas berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma, Nabi Muhammad menasehatiku: Aku dengar kamu selalu munajat di malam hari dan puasa pada siang hari? Ia menjawab: sungguh aku melakukan hal demikian. Lantas Nabi Muhammad menasehatinya jika kamu lakukan hal tersebut maka mata kamu akan dan dirimu akan merasakan kepayahan. Sungguh ada hak untuk dirimu, keluargamu juga ada hak. Maka dari itu berpuasa dan berbukalah begitu juga bangunlah pada malam dan juga tidur. (HR. Bukhari)

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)