jaga lisan, cara memanggil

Hadits tentang Keutamaan Menahan Emosi

Islam datang membawa Rahmat bukan pemberi laknat dan hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai pembawa kabar gembira dan peredam emosi kemarahan yang dilakukan berbagai macam golongan yang bertikai.

Misi mulia ini dapat diterima oleh masyarakat karena mendatangkan ketentraman dan juga ketenangan. Pada prinsipnya Sikap emosi yang berlebihan sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Orang yang mampu menahan emosi dan kemarahan akan mendapatkan banyak keistimewaan diantaranya akan selalu dihargai dan dihormati oleh orang lain.

Hadits tentang Keutamaan Menahan Emosi

Ada banyak hadis yang menjelaskan tentang larangan marah, emosi yang tak terkendali sehingga mendatangkan kecaman dari berbagai pihak. Diantaranya:

Pertama, hadis tentang keutamaan menahan emosi dan kemarahan yang berbunyi:

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: “ﻟﻴﺲ اﻟﺸﺪﻳﺪ ﺑﺎﻟﺼﺮﻋﺔ ﺇﻧﻤﺎ اﻟﺸﺪﻳﺪ اﻟﺬﻱ ﻳﻤﻠﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻨﺪ اﻟﻐﻀﺐ “ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: tidak dikatakan kuat orang yang menang berkelahi (Gulat) tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan hawa nafsu. (Muttafaqun Alaihi).

Kedua, hadis yang menjelaskan keistimewaan orang yang mampu menahan emosi berbunyi:

 ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ اﻟﺠﻬﻨﻲ اﻟﺼﺤﺎﺑﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ (ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) ﻗﺎﻝ: ” ﻣﻦ ﻛﻈﻢ ﻏﻴﻈﺎ ﻭﻫﻮ ﻗﺎﺩﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻳﻨﻔﺬﻩ ﺩﻋﺎﻩ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ﺭﺅﻭﺱ اﻟﺨﻼﺋﻖ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﻴﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﺤﻮﺭ ﻣﺎ ﺷﺎء. رواه  ﺃﺑو ﺩاﻭﺩ، ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ،” ﻗﺎﻝ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ: ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ.

Artinya: Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas Al Juhani As Shahabi Radhiyallahu Anhu bahwasanya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda: orang yang mampu menahan kemarahannya padahal ia mampu melakukannya maka Allah memanggil dirinya dihadapan semua makhluk untuk memilih bidadari yang ia kehendaki. (HR. Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah. Imam Turmudzi berkomentar bahwa hadis ini termasuk hadis Hasan.

Ketiga, hadis Tentang sumber kemarahan berasal dari bisikan syaitan

 ﻋﻦ ﻋﻄﻴﺔ ﺑﻦ ﻋﺮﻭﺓ اﻟﺴﻌﺪﻱ اﻟﺼﺤﺎﺑﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ (ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) : ” ﺇﻥ اﻟﻐﻀﺐ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻭﺇﻥ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺧﻠﻖ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﻄﻔﺄ اﻟﻨﺎﺭ ﺑﺎﻟﻤﺎء، ﻓﺈﺫا ﻏﻀﺐ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻠﻴﺘﻮﺿﺄ. رواه أبو داود

Artinya: Diriwayatkan dari Athiyyah bin Urwah As Sa’adi As Shahabi Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya kemarahan dari syaitan dan syaitan tercipta dari api. Sesungguhnya api akan padam dengan air maka apabila salah satu dari kalian sedang marah segera berwudhu. (HR. Abu Dawud).

Dari beberapa hadis yang telah dipaparkan diatas dapat dipahami bahwa sumber kemarahan berasal dari syaithan. Untuk itu kita harus meredamnya untuk selalu berwudhu sehingga emosi tak bertambah.

Bila hal ini sudah dilakukan maka ia akan mendapatkan banyak keutamaan baik di dunia terutama banyak orang yang simpati kepadanya maupun diakhirat kelak dengan mendapatkan bidadari yang cantik jelita.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)