Hakikat Niat dalam Ibadah

Sebetulnya apa sih hakikat niat itu?

Segala bentuk ibadah akan diterima oleh Allah jika didasari niat yang baik dan benar, seperti keterangan dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari,

عن ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻨﺒﺮ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ﺇﻧﻤﺎ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻜﻞ اﻣﺮﺉ ﻣﺎ ﻧﻮﻯ، ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﺠﺮﺗﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻧﻴﺎ ﻳﺼﻴﺒﻬﺎ، ﺃﻭ ﺇﻟﻰ اﻣﺮﺃﺓ ﻳﻨﻜﺤﻬﺎ، ﻓﻬﺠﺮﺗﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻫﺎﺟﺮ ﺇﻟﻴﻪ

Diriwayatkan dari Sahabat Umar bin Khattab berkata diatas mimbar: Saya mendengan Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Sahnya amal perbuatan harus didasari dengan niat. Sesungguhnya seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan, jika niat hijrahnya untuk urusan dunia atau untuk mengejar perempuan yang hendak ia nikahi maka ia akan mendapatkan apa yang ia cari.

Para Ulama’ seperti Imam As-Syafi’i, Imam Hambali, Imam Ibnu al-Mahdi, Imam al-Madini, Imam Abu Dawud, Imam Ad-Daruqutni maupun yang lain menyatakan bahwa Hadits diatas berisi sepertiga pembahasan ilmu karena perbuatan manusia terdiri dari hal yang berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badannya dan niat merupakan salah satu bagian penting darinya.

Sebetulnya apa sih hakikat niat itu?

Niat secara bahasa berarti al-Qashdu atau memiliki tujuan. Sedangkan niat menurut istilah adalah kehendak hati untuk melakukan sesuatu yang dibarengi dengan perbuatannya. Niat itu harus di dalam hati tidak di ucapkan di lisan. Bila ada orang yang melafalkan niat atau disebut Talaffudz hukumnya Sunnah untuk membantu kesiapan hati dan fokus atas amalan yang hendak dikerjakan.

Imam As-Suyuti dalam kitab Al-Asybah wa an-Nadhair menjelaskan tujuan dari Niat yaitu:

Pertama, Untuk membedakan Ibadah dengan adat (kebiasaan sehari-hari). Misalnya orang yang duduk di Masjid untuk istirahat atau untuk i’tikaf. Dari sini pentingnya niat sebagai  pembeda antara untuk ibadah berupa i’tikaf dan istirahat sebagai adat kebiasaan.

Kedua, Niat berfungsi untuk membedakan kududukan ibadah satu dengan yang lain. Misalnya orang berwudhu harus dibedakan untuk tujuan hal yang wajib seperti hendak shalat lima waktu, atau untuk tujuan hal yang Sunnah seperti wudhu untuk tujuan shalat Sunnah.

Maka dari itu agar ibadah kita diterima diperlukan pengetahuan tentang niat sehingga tujuannya benar dan sesuai dengan ajaran Agama

Leave a Reply