Hati menjadi Keras, ini Penyebabnya

Dalam diri manusia terdiri dari jasad dan ruh, juga ada bagian penting yang menjadi penentu baik maupun buruk seseorang, yaitu hati. Bagian ini sangat sensitif, bila tak dijaga dengan baik maka akan menjadi musibah bagi pemiliknya, karena akan selalu mengarahkan kepada hal negative, maka dari itu harus selalu dijaga, dikontrol setiap waktu.

Imam Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat as-Sufiyah mengutip pendapat Fudhail bin Iyadh yang menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadikan hati manusia keras, tak mau menerima kebenaran, yaitu:

Pertama, memakan makanan secara berlebihan melebihi kapasitas yang ada dalam perutnya, sehingga ia merasakan kepayahan dalam dirinya sehingga malas untuk beraktifitas, mau belajar terasa kantuk karena terlalu kekenyangan, apalagi untuk bekerja, akan terasa malas sehingga ia tak menghasilkan apapun baik ilmu ataupun uang.

Kedua, terlalu bayak tidur melebihi waktunya, penyebabnya adalah terlalu banyak makan serta tak ada cita-cita tinggi atau keinginan yang ia harapkan, sehingga ia tak tahu target yang akan dicapai dan waktunya terbuang begitu saja.

Ketiga, terlalu banyak bicara. Sekarang ini banyak orang pandai dalam berbicara dan beritorika namun sedikit bekerja, bisanya mengkritik namun tak ada solusi, ini realita disekitar kita. Hati menjadi keras karena kita selalu terbiasa menyibukkan diri untuk mengomentari apapun bahkan yang kita tak ketahui ilmunya, sehingga waktu, tenaga, fikiran dihabiskan untuk hal yang tak ada manfaatnya, bahkan menghabiskan biaya untuk mendukung argument-argumennya.

Maka dari itu, ketiga hal diatas sebaiknya dikurangi porsinya agar hidup terasa nyaman, dijauhkan dari permusuhan.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *