Hikmah Dianjurkan Memperbanyak Sujud

Islam tak hanya membahas urusan Akidah semata, namun juga urusan Syari’ah. Semua ajarannya menyimpan banyak hikmah yang harus digali agar bertambah yakin dalam menjalankannya. Hal ini seperti pernyataan Imam As-Syatibi bahwa Mengetahui tujuan dasar sebuah ajaran berarti menggali ruh yang ada dalam ajaran itu. Dari sini pentingnya bagi kita mengupas sebuah ajaran agar terkuak hakikat yang terkandung didalamnya.

Salah satu ajaran Islam adalah untuk memperbanyak sujud maksudnya anjuran untuk melakukan Shalat Sunnah setelah shalat wajib telah dilaksanakan. Ini sesuai dengan Hadits Nabi

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﻭﻳﻘﺎﻝ: ﺃﺑﻮ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺛﻮﺑﺎﻥ ﻣﻮﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: “ﻋﻠﻴﻚ ﺑﻜﺜﺮﺓ اﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻓﺈﻧﻚ ﻟﻦ ﺗﺴﺠﺪ ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪﺓ ﺇﻻ ﺭﻓﻌﻚ اﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﺩﺭﺟﺔ، ﻭﺣﻂ ﻋﻨﻚ ﺑﻬﺎ ﺧﻄﻴﺌﺔ “ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Artinya: Diriwayatkan dari Abdillah ada yang mengatakan Abu Abdurrahman yaitu Tsauban, Budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda:”Perbanyaklah sujud, alasannya adalah tidaklah engkau Memperbanyak sujud kecuali Allah akan mengangkat derajatmu, dan Allah akan menghapus dosanya. (HR. Muslim).

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa maksud dari anjuran memperbanyak sujud adalah perintah untuk memperbanyak shalat sunnah, karena didalamnya menyimpan banyak hikmah, diantaranya adalah Allah akan mengangkat derajatnya serta diampuni dosa-dosanya. Hal ini memberikan isyarat kepada kita bahwa Allah akan memberikan anugerahnya bila seseorang hamba mau mengamalkan perintah-Nya, Ia akan memberikan pahala atas apa yang ia kerjakan.

Dari sini dapat dipahami bahwa segala macam amal perbuatan manusia merupakan sebagai sarana atau wasilah untuk mendapat keridhaan dan ampunan dari-Nya. Maka dari itu seorang hamba harus berusaha semaksimal mungkin untuk mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan untuk hal-hal yang baik agar hidupnya semakin menarik.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *