Hikmah Kelahiran Nabi di Hari Senin Bulan Rabi'ul Awwal - masholeh.com
0 views

Hikmah Kelahiran Nabi di Hari Senin Bulan Rabi’ul Awwal

Setiap tahun pada bulan Rabi’ul Awwal atau bulan Maulud selalu diperingati Kelahiran Nabi SAW. sebagai sosok manusia terbaik di muka bumi ini, juga sebagai pemberi Rahmat kepada seluruh alam. Beliau sosok yang menginspirasi semua makhluk dalam segala lini kehidupan, baik akhlaknya dalam segi perkataan maupun perbuatan sangat dipuji oleh setiap orang, juga sebagai pembawa perubahan dari zaman jahiliah menuju zaman ilmiah.

Setiap tahun pada bulan Rabi’ul Awwal atau bulan Maulud selalu diperingati Kelahiran Nabi SAW. sebagai sosok manusia terbaik di muka bumi ini, juga sebagai pemberi Rahmat kepada seluruh alam. Beliau sosok yang menginspirasi semua makhluk dalam segala lini kehidupan, baik akhlaknya dalam segi perkataan maupun perbuatan sangat dipuji oleh setiap orang, juga sebagai pembawa perubahan dari zaman jahiliah menuju zaman ilmiah.

Imam as-Suyuti dalam kitab al-Hawi Lil Fatawa mengutip perkataan Ibnu al-Hajj yang mengupas tentang hikmah kelahiran Nabi di hari Senin bulan Rabi’ul Awwal, tidak di bulan lainnya seperti Ramadhan atau bulan lainnya, alasannya yaitu:

Pertama, Ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa di hari Senin Allah menciptakan As-Syajar(pohon). Hal ini sebagai pertanda bahwa Allah menciptakan bahan makanan, Rizki, buah-buahan dan segala kebaikan yang diberikan kepada manusia sebagai sumber kehidupan mereka.

Kedua, Arti Rabi‘ berarti musim semi. hal ini sebagai Tafaul (mengambil inspirasi kebaikan) seperti pendapat Abdurrahman As-Shaqli yang menyatakan bahwa setiap nama membawa arti membawa arti filosofi tersendiri.

Ketiga, bulan Rabi’ul Awwal sebagai Musim yang paling tenang dan paling nyaman cuacanya, begitu juga Syariat Nabi Muhammad sebagai Syariat yang paling moderat dan sesuai dengan kondisi apapun.

Keempat, Allah Sebagai Dzat yang Maha bijaksana atau al-Hakim hendak memuliakan bulan kelahiran Baginda Nabi, seumpama Nabi dilahirkan pada bulan mulia yang lain seperti Ramadhan maka orang akan menganggap Nabi mulia disebabkan bertepatan dengan bulan yang mulia.

Keempat hal itu ternyata menjadi rahasia tersendiri bagi beliau dan umatnya agar selalu bersemi, selalu bangkit dari keterpurukan, juga mampu berubah menjadi yang lebih baik.

Semoga kita tercatat sebagai Umat yang taat kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *