BUMI, NABI ADAM

Hukum Berwisata Dalam Islam

Kata “Wisata” dalam kamus besar bahasa Indonesia(KBBI) berarti bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya.

Dalam Fatawa Al-Misriyyah dijelaskan bahwa berwisata
sangat dianjurkan oleh Agama terutama bila tujuannya mulia, misalnya untuk studi wisata, atau wisata religi seperti ibadah Haji maupun Umrah malah wajib bagi yang telah mampu. Semuanya termasuk kategori yang sangat dianjurkan Agama dan berpahala. Banyak Ayat yang menjelaskan tentang pentingnya melakukan perjalanan untuk mengambil pelajaran dari Umat terdahulu, seperti dalam Surat Al-Ankabut:20 yang berbunyi:

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20

Artinya: Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Imam As-Syafi’i mengkategorikan rihlat atau perjalanan dalam menuntut ilmu sebagai hal yang mengandung banyak faidah, seperti dalam sebuah Syair yang berbunyi:

“تَغَرَّبْ عَن الأَوْطَانِ في طَلَبِ الْعُلى…وَسَافِرْ فَفِي الأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ:

تَفَرُّجُ هَمٍّ، وَاكْتِسابُ مَعِيشَةٍ، وَعِلْمٌ، وَآدَابٌ، وَصُحْبَةُ مَاجِد”

Artinya: Mengembaralah dari tanah kelahiran untuk mencari kemuliaan, dan bepergianlah karena ada lima faidah: Pertama, hilangnya kesusahan. Kedua, mendapatkan pekerjaan. Ketiga Mendapatkan ilmu pengetahuan. Keempat, semakin mengetahui tata Krama. Kelima, Mempunyai sahabat yang baik.

Dalam sejarah Islam banyak dikenal banyak para Sahabat, Tabiin yang melakukan perjalanan ilmiyyah maupun dalam rangka perdagangan. Salah satu tokoh yang Mashur melakukan perjalanan jarak jauh adalah Ibnu Batutah yang perjalanannya dibukukan dalam kitab Rihlah Ibnu Batutah.

Maka dari itu, selagi perjalanan untuk hal positif maka sangat dianjurkan, selagi tak ada tujuan kejahatan atau kemaksiatan.

Pinggir Empang, 24/12/2018, 21.40 WIB

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *