Hukum Membuang Kutu Di Dalam Masjid?

Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam seharusnya dijaga dan dirawat dari berbagai macam kotoran maupun najis yang dapat mengganggu kekhusyukan dalam beribadah sehingga orang yang sedang junub, haid maupun nifas dilarang memasukinya kecuali dalam keadaan darurat.

Jika seseorang menemukan kutu yang terkatuh dari rambutnya saat ia sedang ibadah di Masjid, maka bolehkah ia membiarkannya atau ia harus mengambilnya agar tak mengganggu kenyamanan orang lain?

Dalam hal ini, Imam Ramli berkomentar dalam kumpulan Fatawanya,

ﻳﺤﺮﻡ ﺇﻟﻘﺎء اﻟﻘﻤﻠﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﺣﻴﺔ ﺃﻭ ﻣﻴﺘﺔ ﻭاﻟﺒﺮاﻏﻴﺚ ﻛﺎﻟﻘﻤﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺴﺠﺪ

Haram membuang kutu di dalam masjid, baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Dari sini nyamuk disamakan hukumnya dengan kutu. Dan keharaman ini menjadi hilang bila dibuang selain di masjid.

Dari penjelasan ini, orang yang hendak ke masjid sebaiknya mengecek badannya juga meneliti barang bawaannya, kira-kira ada kotoran atau tidak sehingga tak mengotori ruangan yang berada di dalam masjid. Bila seseorang tak menjaga kebersihan diri maka akan datang banyak kuman, kutu dalam dirinya dan ia akan mudah terkena penyakit.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *