Hukum Memungut Anak Hasil Perzinaan Yang Dibuang Di Jalanan

Seringkali ada kejadian seorang bayi yang dibuang oleh orangtuanya karena menanggung malu keluarga dan masyarakat agar diambil oleh orang lain. Pertanyaannya adalah bolehkah memungut bayi yang dibuang dijalanan atau tempat umum lainnya?

Islam sangat melarang Perzinaan karena akan membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, terutama banyak anak yang terlahir tanpa ada kejelasan orang tuanya. Bila hal ini terjadi, maka yang menanggung dosanya adalah orang tua biologisnya, serta bayi yang terlahir hakikat suci tak membawa dosa apapun.

Seringkali ada kejadian seorang bayi yang dibuang oleh orangtuanya karena menanggung malu keluarga dan masyarakat agar diambil oleh orang lain. Pertanyaannya adalah bolehkah memungut bayi yang dibuang dijalanan atau tempat umum lainnya.

Ketika ada permasalahan diatas yang perlu dilakukan pertama kali adalah melaporkan kepada pihak yang berwajib terlebih dahulu agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya akan mendatangkan fitnah seperti dikira bayi hasil curian atau yang lain.

Setelah pihak yang berwajib mengizinkan sesuai prosedur maka untuk merawat bayi tadi sangat dianjurkan agar tak terjadi kematian atau ada dampak yang membahayakannya misalnya sakit dan sebagainya.

Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’Al-Misriyyah dijelaskan,

اﺣﺘﺎﻁ اﻹﺳﻼﻡ ﻓﻰ ﺭﻋﺎﻳﺔ ﻫﺬا اﻟﻤﻨﺒﻮﺫ ﻓﺎﺷﺘﺮﻁ اﻟﻔﻘﻬﺎء ﻓﻰ ﻻﻗﻄﻪ ﺃﻭ ﻣﻦ ﻳﺮﻋﺎﻩ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﻟﺮﻋﺎﻳﺘﻪ، ﺃﻣﻴﻨﺎ ﺭﺷﻴﺪا ﺣﺴﻦ اﻟﺴﻠﻮﻙ، ﻭﻗﺮﺭﻭا ﻟﻪ ﻧﻔﻘﺔ ﺗﻜﻔﻰ ﻟﺮﻋﺎﻳﺘﻪ ﺭﻋﺎﻳﺔ ﺣﺴﻨﺔ، ﻭﺣﺮﻣﻮا ﺭﻣﻴﻪ ﺑﺄﻧﻪ اﺑﻦ ﺯﻧﺎ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﺫﻧﺐ ﻟﻪ ﻓﻰ ﺫﻟﻚ

Islam menjaga kehati-hatian dalam permasalahan bayi yang dibuang dari hasil perzinaan. Para ahli fikih mensyaratkan orang yang menemukan atau orang yang merawatnya harus memenuhi syarat, yaitu:
Pertama, orang yang merawatnya harus baik dalam merawatnya.
Kedua, harus dapat dipercaya dan baik prilakunya.
Ketiga, mampu memberikan nafkah yang baik kepada sang bayi.
Bila Syarat diatas terpenuhi maka haram membiarkannya, ia harus merawatnya walaupun itu anak dari Perzinaan, karena pada hakikatnya seorang bayi yang terlahir tak memiliki dosa sama sekali.

Dari sini terlihat bahwa Islam menganjurkan kepada umatnya agar menjauhi Perzinaan, karena bila hal itu dilakukan maka akan terlahir bayi yang tak berdosa dan untuk menyelamatkan sang jabang bayi yang dibuang diperlukan persyaratan bagi yang ingin merawatnya agar sang bayi menjadi orang baik walaupun orang tuanya tidak baik prilakunya.

Leave a Reply