Kewajiban Menghormati Guru dalam Islam

Hukum Menghormati Guru dalam Islam

Akhir-akhir ini banyak murid berani membully bahkan mengancam gurunya disebabkan kurang terima saat gurunya mencoba mendisiplinkan atau sedang mengingatkan muridnya supaya tak tidur saat pelajaran.

Sungguh ini perbuatan yang tak beradap, bagaimana ia bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat?kalau muridnya berani menantang duel gurunya.

Kewajiban Menghormati Guru dalam Islam
Kewajiban Menghormati Guru dalam Islam

Menyikapi fenomena ini, Islam mengajarkan etika sopan santun kepada siapapun baik etika kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam juga diperintahkan kepada sesama umat manusia terutama kepada orangtua yang telah melahirkan dan merawatnya.

Perintah untuk hormat, juga ditujukan kepada guru yang telah mengajarkan ilmu dan mendidik sehingga dirinya menjadi orang yang terhormat.

Hormat kepada guru merupakan kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu. Kenapa demikian?alasannya adalah mereka sebagai wasilah atau perantara dalam mentransformasi ilmu kepadanya. Tanpa adanya jasa mereka niscaya manusia akan selalu dalam kebodohan bahkan tersesat arah tujuannya.

Agama islam menekankan kepada umat manusia supaya menghormati gurunya walau status sosial di masyarakat lebih rendah atau lebih muda usianya karena memang mereka pantas dimuliakan.

Hal ini sesuai penjelasan imam Al Ajurry dalam kitab Akhlakul Ulama yang berbunyi:

وَأَمَّا تَوَاضُعُهُ لِلْعُلَمَاءِ فَوَاجِبٌ عَلَيْهِ , إِذْ أَرَاهُ الْعِلْمَ ذَلِكَ

Adapun sikap tawadhu’ atau rendah hati kepada ulama hukumnya wajib, alasanya dikarenakan seorang guru telah mengenalkan ilmu kepadanya.

Pernyataan ini mengisayaratkan bahwa seorang murid harus berbakti dan menghormati kepada guru yang pernah mengajarkan ilmu, petuh, nasehat kehidupan maupun yang lain sebagai kunci kesuksesan dan kemanfaatan ilmu yang ia miliki.

baca juga: 

Maka dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang guru kalau ingin dihargai dan dihormati oleh murid-muridnya maka harus mampu bersikap bijaksana dan patut dijadikan idola bahkan panutan di dunia nyata.

Begitu juga murid harus menghargai gurunya sebagai pendidik, sebagai orang yang berjasa besar terhadap masa depannya.

 

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)