Hukum Menjenguk Non Muslim Yang Sedang Sakit

Ajaran Islam mengajarkan kebaikan kepada siapapun, bahkan dengan orang non Muslim sekaligus. Dalam hubungan muamalah, Islam tak membatasi Umatnya untuk bergaul dengan siapapun walau yang berbeda keyakinan, berbeda suku, ras dan warna kulit.

Ajaran Islam mengajarkan kebaikan kepada siapapun, bahkan dengan orang non Muslim sekaligus. Dalam hubungan muamalah, Islam tak membatasi Umatnya untuk bergaul dengan siapapun walau yang berbeda keyakinan, berbeda suku, ras dan warna kulit.

Nabi Muhammad sebagai panutan Umat Islam mengajarkan akhlak yang mulia kepada orang lain. Dalam sebuah Hadits, Nabi menjenguk orang Non Muslim yang sedang sakit, Ini bunyi Hadistnya:

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻥ ﻏﻼﻡ ﻳﻬﻮﺩﻯ ﻳﺨﺪﻡ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻤﺮﺽ ﻓﺄﺗﺎﻩ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻌﻮﺩﻩ، ﻓﻘﻌﺪ ﻋﻨﺪ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: “ﺃﺳﻠﻢ” ﻓﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﺑﻴﻪ ﻭﻫﻮ ﻋﻨﺪﻩ ﻓﻘﺎﻝ:
ﺃﻃﻊ ﺃﺑﺎ اﻟﻘﺎﺳﻢ، ﻓﺄﺳﻠﻢ ﻓﺨﺮﺝ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ: “اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ اﻟﺬﻯ ﺃﻧﻘﺬﻩ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺭ

Artinya: Diriwayatkan dari Anas RA berkata: Ada seorang anak Yahudi yang melayani Nabi. Ketika ia sakit, Nabi mendatanginya untuk menjenguk, Kemudian Nabi duduk didekat kepalanya dan menasehatinya: Masuk Islamlah. Lantas sang anak memandang Ayahnya yang ada didekatnya. Ayahnya berkata:”Ikutilah Abal Qasim. Kemudian sang anak masuk Islam, lantas Nabi keluar dan berkata; Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka. (HR. Al-Bukhari).

Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’Al-Misriyyah dijelaskan bahwa tak ada larangan menjenguk orang non muslim yang sedang sakit seperti tetangganya ataupun orang tuanya sendiri, karena berbuat baik kepada orang tua wajib hukumnya walau berbeda keyakinan dalam hal yang tak bertentangan dengan ajaran agama atau mengarah kepada kemaksiatan.

Dari sini dapat dipahami bahwa Menjenguk orang Non Muslim yang sakit diperbolehkan bahkan sebagai prilaku orang Islam harus baik kepada orang lain walau yang berbeda keyakinan terutama orang tuanya sendiri.

Leave a Reply