Hukum Menshalati Mayyit Non Muslim - masholeh.com
0 views

Hukum Menshalati Mayyit Non Muslim

Islam mengajarkan kepedulian kepada sesama manusia, hal ini tidak dibatasi kepada siapapun orangnya walau berbeda keyakinan.

Dalam sebuah keluarga, kadangkala ada yang berbeda keyakinan, ada yang muslim ada juga yang non muslim sehingga ketika saudaranya yang non muslim meninggal, timbul pertanyaan:

Apakah boleh Menshalati saudara non Muslim yang telah meninggal?

baca juga: 

Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah ada penjelasan:

ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ (اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻴﺖ) ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻤﻴﺖ ﻣﺴﻠﻤﺎ، ﻓﻼ ﺗﺼﺢ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺴﻠﻢ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ {ﻭﻻ ﺗﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﻣﺎﺕ ﺃﺑﺪا}

اﻟﺘﻮﺑﺔ 84، ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻰ اﻷﻣﻮاﺕ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ

Artinya: Disyaratkan untuk shalat jenazah(shalat Mayyit) yang meninggal beragama islam, maka tak sah Menshalati orang non muslim. Hal ini berdasarkan Surat At-Taubah: 84 yang berbunyi:
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا

Artinya: Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka.

Maka dari itu tidak diperbolehkan Menshalati orang yang mati tidak dalam keadaan muslim, walaupun itu sanak familinya. Hal ini diperkuat dengan Ayat yang berbunyi:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (113)

Artinya: Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

Menurut Imam Thabari dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi dan orang Mukmin tak diperbolehkan memintakan ampunan kepada orang yang mati dalam keadaan musyrik, walaupun termasuk bagian keluarga dekatnya.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami mendoakan orang yang mati dalam keadaan tak beriman sangat dilarang, namun mendoakan mereka yang masih hidup supaya mendapatkan hidayah Sangat diperbolehkan dan dianjurkan oleh Agama, seperti yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *