shalat jenazah

Hukum Menyalati Jenazah Orang Murtad

Salah satu kewajiban yang harus dilakukan sebagian orang Islam ketika ada yang meninggal dunia adalah Menyalati dan menguburkan jenazahnya.

Lalu bagaimana bila si Mayyit ketika hidupnya telah menyatakan keluar dari Islam atau murtad?. Sedangkan keluarganya meminta agar dishalati layaknya orang islam.

Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah ada penjelasan tentang hal itu:

ﻭﻣﻦ ﺣﻜﻢ اﻟﻤﺮﺗﺪ ﺃﻧﻪ ﺇﺫا ﻣﺎﺕ ﻣﺼﺮا ﻋﻠﻰ ﺭﺩﺗﻪ ﻻ ﺗﺠﻮﺯ ﺷﺮﻋﺎ ﺻﻼﺓ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺩﻓﻨﻪ ﻓﻰ ﻣﻘﺎﺑﺮ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ.

Dan dihukumi murtad bila seseorang yang meninggal dunia masih dalam keadaan keluar dari islam (murtad), maka menurut Syariat Islam tak diperbolehkan Menyalati jenazahnya, dan tak diperbolehkan menguburnya di pemakaman orang Islam.

Menurut Imam Al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkam As-Sultahaniyyah orang yang murtad tak diperbolehkan dikubur di pemakaman orang islam karena ia telah keluar dari Islam, juga tak diperbolehkan di pemakaman orang non muslim.

Dan dalam Fatawa As-Subuki, bahwa al-Qur’an menjelaskan bahwa hukum orang murtad, amalnya akan hangus jika meninggal tidak dalam keadaan Islam.

Wallahu A’lam

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *