Ibnu Jarir At Thabari: Ulama yang Sangat Produktif dalam Berkarya

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama

Paribahasa diatas bermakana sangat mendalam sekali bagi kehidupan manusia terutama sebagai motivasi agar kelak saat di alam baqa mendapatkan nama baik serta kedudukan yang mulia di hadapan Tuhannya.

Untuk mendapatkan nama baik dan kemuliaan seseorang harus berjuang, mengukir sejarah hidupnya dengan kebaikan serta selalu berusaha mencatat karya-karyanya agar menjadi bisa dibaca dan bermanfaat bagi generasi setelahnya walau dirinya sudah terkubur ribuan tahun lamanya.

Imam Ibnu Jarir At Thabari merupakan salah satu tokoh islam yang namanya harum berkat karya-karya tulisnya yang dikenal sepanjang masa baik dalam bidang tafsir Al Qur’an, sejarah maupun bidang yang lain.

Biografi Imam At Thabari

Imam Khairuddin Az Zarkali dalam kitab Al A’lam menjelaskan tentang nama lengkap dari Imam At Thabari adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Kastsir bin Ghalib atau lebih dikenal dengan Abu Ja’far At Thabari.

Imam At Thabari lahir pada tahun 224 H. Ia dikenal sebagai seorang mufassir sehingga dirinya dijuluki Imam para Mufassir, begitu juga ia ahli dalam bidang sejarah, terbukti dengan karya monumental yaitu Tarikh At Thabari. Disamping itu ia juga pakar dalam hukum Islam.

Sejak kecil ia sudah terlihat gemar menuangkan ide-ide cemerlangnya sehingga dirinya dikenal luas akan kedalaman ilmunya. Menurut Imam Adz Dzahabi dalam Syiayar A’lam An Nubala menjelaskan bahwa Imam At Thabari selalu istiqamah menulis selama 40 tahun. Setiap hari, ia menulis sekitar 40 halaman.

Ludesnya Harta sang Konglomerat
Ibnu Jarir At Thabari: Ulama yang Sangat Produktif dalam Berkarya

Syeh Abdul Fattah Al Halabi dalam karyanya yang berjudul Qimatuz Zaman Indal Ulama menerangkan bahwa imam At Thabari termasuk orang islam yang paling produktif dalam berkarya, serta karyanya sangat berbobot, serta banyak yang membaca, meneliti karyanya yang berjumlah kira-kira mencapai 350.000 halaman. Sungguh ini karya-karya yang sangat monumental bagi peradaban umat manusia.

Ini salah satu keberkahan yang didapatkan oleh imam At Thabari disebabkan dirinya selalu mensyukuri nikmat waktu.  Detik berganti menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari dan seterusnya selalu digunakan untuk selalu berkarya sehingga ilmunya tambah berkembang.