Ijtihad Abu Bakar Ash-Shiddiq Di Masa Sahabat

Abu Bakar merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam. Ia sebagai Imamnya para imam juga sebagai Imam Shalat tatkala Rasulullah sedang berhalangan.

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amr bin Kaab bin Sa’ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr at-Taimi. Nasabnya bertemu dengan nasb Nabi pada Murrah bin Ka’ab. Ia meninggal dalam usia 63 tahun.

Salah satu bukti kedalaman ilmu beliau dalam memahami ajaran agama adalah ijtihad beliau tentang hukum memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat, dengan argumen cerdas yang tak mampu ditandingi oleh orang lain.

Dalam sebuah kisah, Umar bin Khattab menanyakan alasan tentang keputusan Abu Bakar memerangi orang-orang yang tak mau membayar zakat, padahal Nabi melarang memerangi orang yang telah membaca Syahadat, karena mereka harus dilindungi harga dirinya. Lantas Abu Bakar memberikan jawaban yang sangat tepat.

“Demi Allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan antara ajaran shalat dan zakat, karena zakat termasuk dari hak harta yang harus diberikan.” jelasnya.

Lantas Umar bin Khattab berkomentar bahwa : ” Aku telah melihat Abu Bakar telah dibukakan hatinya oleh Allah untuk memerangi mereka, dan itu sebagai sebuah kebenaran.”Tutur nya.

Dari kisah diatas dapat diambil kesimpulan bahwa argumen Abu Bakar sangat tepat, karena di dalam Al-Qur’an perintah shalat dan zakat selalu bergandengan, dan tak bisa dipisahkan. Shalat menggambarkan hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, sedangkan zakat sebagai bukti hubungan yang baik kepada manusia akan pentingnya tolong-menolong sesama muslim.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *