Tiga Prediksi Imam al-Muhasibi

 

Media sosial atau disingkat dengan medsos sebagai sarana untuk mengeksplorasi segala macam informasi, menyebarkan ide, bahkan untuk strategi pemasaran. Tak jarang pengguna media sosial tertipu, bahkan hancur karirnya disebabkan ketidakmampuan dalam membedakan yang benar dengan berita hoax yang lagi tenar.

Dengan kemudahan ini dibutuhkan kehati-hatian dalam menyikapinya, karena banyak orang yang tertipu gara-gara pertemanan di medsos, ia terkecoh penampilan luarnya saja, padahal prilakunya seperti buaya, ataupun lintah darat yang sangat berbahaya.

Dalam kitab Tahdib al-Kamal, al-Mizzi mengutip perkataan al-Muhasibi yang memprediksi bahwa ada tiga hal ini dianggap aneh, atau sedikit sekali yang masuk kategori di dalamnya, yaitu:

Pertama, Orang yang ganteng rupawan atau cantik jelita yang mampu menjaga harga dirinya dari hal terlarang, begitu juga ia tak mau menggantungkan atau berpangku kepada orang lain. Realita di masyarakat, banyak orang yang diberi kelebihan dalam fisik yang sempurna, namun tak mampu menggunakan anugerah ini dalam kebaikan, sehingga merasa paling hebat, paling pintar, paling cantik/ganteng, dampaknya akan merugikan dirinya sendiri.

Kedua, Mempunyai perangai atau Budi pekerti yang baik yang didasari oleh pancaran dari pengamalan sebuah ajaran agama. Banyak orang mengaku mengetahui ajaran agama, namun tak sebanding dengan pengamalan ajarannya, sehingga ajaran agama hanya sekedar simbol belaka. Padahal inti ajaran agama adalah untuk memperbaiki akhlak manusia.

Ketiga, Mampu menjalin persahabatan yang baik disertai sikap amanah sehingga hubungannya didasari oleh sikap saling percaya dan menghargai. Bila dalam persahabatan sudah tak mampu lagi dalam menjaga rahasia masing-masing dipastikan hubungannya akan hancur, karam ditengah jalan.

Penjelasan diatas sebagai gambaran saat ini, bahwa banyak orang yang sudah tak mengedepankan akal sehatnya, apalagi ada keinginan untuk menghiasi diri dengan akhlak kebaikan yang menjadikannya mulia, terutama amanah menjadi barang langka, karena hanya sekedar diucapkan dimulut semata, susah dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

ً

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *