Ibadah shalat sujud ruku', ikhlas

Ini 3 Kriteria Hidup Paling Nikmat dan Nyaman

Sebagian orang mengira bahwa hidup yang nikmat itu ketika bergelimang akan harta, jabatan tinggi yang selalu diekspos berita, mobil berderet dan tertata, bahkan dikelilingi banyak perempuan yang cantik dan jelita.
Apakah yang demikian itu dinamakan hidup nikmat?

Ternyata jawanya tidak, kenapa demikian? karena dalam diri manusia terdiri dari kebutuhan lahir dan batin yang keduanya harus terpenuhi. Bila salah satunya tak terpenuhi maka akan terjadi ketimpangan dalam hidupnya sehingga terjadi kegelisahan, maupun perasaan yang selalu menghantui dirinya.

Lantas bagaimana kategori hidup yang nikmat itu?

baca juga: Cara Seorang Mukmin Menyikapi Kenikmatan Dunia

Dalam kitab Tarikh Madinah Dimasqi karya Ibnu Asyakir mengutip perkataan seorang Ulama’ yang bernama Abu Ridha al-Abid menceritakan tentang perkataan Imam Qasim al-Ju’i menjelaskan tentang tiga kategori hidup yang nikmat, yaitu:

Pertama, Merasa cukup, dan tidak menggantungkan diri dari meminta kepada orang lain. Ia menganggap semua orang sebagai partner kehidupan, bahkan tak menggubris lawan maupun kawan.

Kedua, Kesehatan Jasmani. Ini sebagai faktor utama keberhasilan seseorang, karena kesehatan sangat penting, tanpanya manusia tak akan mampu beraktivitas, atau tak akan meraih keinginannya.

baca juga Tafsir Surat As-Syura ayat 20 tentang Kenikmatan Akhirat

Ketiga, selamat dalam urusan beragama. Ini menjadi faktor penting dalam menjalankan ibadah karena banyak orang mengaku beriman tapi tingkah lakunya tak mencerminkan sebagai orang yang beriman. Maka dari itu, keimanan yang benar tak hanya sekedar di mulut, tapi anggota badan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari diperkuat dengan kemantapan hati.

Ketiga hal diatas bila dipraktikkan maka hidup terasa nikmat, dan bertambah keberkahannya, untung di dunia serta tak buntung akhiratnya.

Sedangkan menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhaj al-Abidin menjelaskan bahwa Nikmat dunia terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, Nikmat yang berupa kemanfaatan. Allah memberikan Nikmat ini berupa kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat, misalnya: fisik yang kuat, akal yang cermat, serta muka yang enak dilihat. Juga hal-hal yang enak dirasakan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, bahkan nikmatnya pernikahan.

baca juga: 3 Sifat Tuhan yang ada dalam Diri Manusia menurut Al Ghazali

Kedua, Nikmat yang berupa keselamatan dari hal-hal yang berbahaya bagi diri kita maupun kepada orang lain, atau terhindar dari kejahatan yang dibuat oleh manusia, hewan, maupun makhluk yang tak kasat mata misalnya terhindar dari godaan jin dan Syaitan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *