Ini Bukti Nabi Muhammad Menghargai Kaum Buruh - masholeh.com
0 views

Misi Nabi Muhammad Saw diutus ke dunia ini tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia terlebih baik kepada diri sendiri, orang lain maupun kepada penciptanya. Beliau sebagai contoh pribadi yang mulia dalam bersikap dengan semua kalangan baik kepada orang yang lebih rendah jabatannya.

Saat Nabi Muhammad Saw memperkerjakan seseorang untuk membantu kebutuhan dirinya, beliau selalu memberikan hak-hak para pekerja dengan memberikan upah yang sesuai tanpa ada pihak yang terzalimi.

baca juga:

Imam Muslim dalam Sahihnya mengutip sebuah hadist



عَنْ عَمْرِو بْنِ عَامِرٍ الأَنْصَارِىِّ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: احْتَجَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ لا يَظِلمُ احَدًا أَجْرَهُ.


Artinya:

Diriwayatkan dari Amr bin Amir al-Anshari berkata: Saya mendengar Anas bin Malik berkata: Rasulullah Saw melakukan bekam, beliau tidak mendzalimi seseorang mengenai upahnya. (HR. Muslim).

Menurut syeh Muhammad Amin al-Harari dalam kitab al kawakib al-Wahhaj Sharah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadist diatas menjelaskan bahwa bukti Nabi Muhammad saat menyuruh seseorang lain untuk membekam dirinya selalu memberikan upah yang setimpal tanpa mengurangi sedikit pun.

Dari penjelasan ini, walau beliau seorang Rasul mudah menyuruh siapapaun namun beliau selalu memikirkan upah yang akan diberikan kepada para pekerja bukan dieksploitasi tenaganya dengan dalih keikhlasan sehingga jatah atau upah tak diberikan kepada yang berhak menerima, sungguh hal ini sebagai bentuk kedzaliman yang jarang disadari oleh banyak pihak.

Dalam keterangan hadist lain

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ، قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ» رواه ابن ماجه

Artinya:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah bersabda: berikanlah upah kepada para pekerja sebelum keringatnya kering. (HR. Ibnu Majah)

Menurut Syeh Muhammad bin Abdul Hadi as- Sindi dalam Hasyiyah As- Sindi ala Sunan Ibni Majah menjelaskan bahwa hadist ini memberikan peringatan kepada orang yang memiliki karyawan atau pekerja untuk segera memberikan upah atau gaji mereka setelah menyelesaikan tugasnya bahkan dalam hadist ini dijelaskan sebelum kering keringat yang ia keluarkan. Maksudnya jangan menunda-nunda hak yang harus diberikan kepada mereka.

Dari sini, seorang muslim harus belajar mengikuti cara yang dilakukan ole Nabi untuk menghargai orang lain serta memberikan hak yang harus dikeluarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.