amal kebaikan

Ini Empat Ciri Ulama’ yang  Mendalam Ilmunya

Fenomen perkembangan zaman modern seperti ini adalah kemudahan untuk mengakses informasi, berita bahkan data, sayangnya tak diimbangi dengan daya kritis yang tinggi dengan menerima berita atau data tanpa adanya cross check terlebih dahulu sehingga merugikan dirinya sendiri.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah seseorang terlalu fanatik kepada salah satu ustadz atau penceramah, tokoh agama yang dianggap sempurna sehingga ia terlena, menerima doktrin ajaran tanpa adanya daya kritis, ini benar atau salah, sesuai kondisi atau tak sesuai situasi. Maka penting memilih seorang guru, ustadz yang benar-benar alim ilmunya bukan hanya pandai dalam berceramah saja tetapi mampu menceramahi dirinya sendiri dengan mempraktekkan ilmu yang telah ia miliki.

Imam al-Baghawi dalam tafsirnya yang berudul Ma’alim At-Tanzil menjelaskan tentang ciri-ciri seseorang yang memiliki ilmu yang mendalam dan patut dijadikan panutan dimasyarakat.

الراسخ في العلم من وجد في علمه أربعة أشياء: التقوى بينه وبين الله، والتواضع بينه وبين الخلق، والزهد بينه وبين الدنيا، والمجاهدة بينه وبين نفسه.

Orang yang mendalam ilmunya adalah orang yang memiliki empat hal ini. Pertama, selalu mengarahkan diri untuk selalu bertakwa kepada Allah. Kedua, selalu menanamkan pada dirinya untuk selalu bersikap rendah hati kepada Allah. Ketiga, tak terlalu terlena akan urusan dunia. Keempat, selalu berusaha mengarahkan diri agar tak terbujuk nafsu syahwat yang ada pada dirinya.

Dari sini dapat dipahami bahwa orang yang berilmu mendalam akan selalu berusaha mengarahkan kebaikan yang tertuju kepada Allah terutama ia selalu berusaha menata hati terlebih dahulu, tak mudah mencela orang yang berbeda dengan dirinya baik dari kalangan murid, santri maupun dari masyarakat sekitar. Ia sadar bahwa lingkungan sekitar merupakan anugerah Tuhan yang harus dilestarikan dengan merubah tradisi yang kurang serasi menjadi sebuah inovasi dan solusi dari segala sisi kehidupan.

Lebih mudahnya orang yang pantas ditiru prilaku dan perbuatannya adalah orang yang benar seorang guru (bisa digugu dan ditiru) ucapannya bisa dijadikan pegangan dan konsisiten dalam beramal serta selalu memiliki jiwa kasih sayang, serta tak mudah emosi apalagi sering mencaci maki.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *