Ini Fungsi Dzikir bagi Kehidupan Manusia

Setiap manusia akan mengalami beberapa hal dalam hidupnya mulai merasakan senang saat mendapatkan kenikmatan, serta selalu sedih bila mengalami kegagalan. Begitu juga saat manusia melakukan ketaatan atau kemaksiatan.

Menghadapi kondisi seperti ini, manusia dianjurkan untuk selalu berdzikir atau ingat kepada Allah sebagai bentuk komunikasi intensif antara hamba dan pencipta-Nya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43)

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(41)Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.(42) Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.(43).

Menurut Ibnu Abbas dalam Tanwir al-Miqbas menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan untuk selalu berdzikir kepada Allah dengan lisan dan hati baik saat kondisi melakukan ketaatan maupun kemaksiatan. Sedangkan Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan ada lima fungsi tujuan dzikir.

Pertama, orang yang selalu berdzikir kepada Allah akan mendapatkan ridha-Nya.

Kedua, menambah semangat untuk selalu berbuat kebaikan dan ketaatan.

Ketiga, sebagai tameng dari godaan syaitan selagi dirinya mau berdzikir.

Keempat, dapat menjadikan hati semakin lembut dan penuh hikmah.

Kelima, benteng diri dari segala macam hal negatif yang masuk kategori kemaksiatan.

Dari sini dapat dipahami bahwa peranan dzikir sangat penting bagi kehidupan terutama agar mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah dalam menghadapi segala problematika kehidupan.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *