jaga lisan, cara memanggil

Ini Hal-hal yang Dicintai dan Dibenci oleh Allah

Salah satu misi Nabi Muhammad adalah memberikan Kabar gembira kepada orang-orang Mukmin, serta memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengingkari kebenaran. Dalam menyampaikan misinya, Nabi diperintahkan untuk bersifat lembut dan tak mudah putus asa, serta bila terjadi perdebatan dengan lawan-lawannya, beliau dianjurkan untuk berdebat dengan cara yang baik dan memegang prinsip sopan santun serta menghargai lawan bicaranya.

baca juga:http://masholeh.com/lakukan-enam-hal-ini-agar-selalu-dirindukan-oleh-surga/

Disaat menjelang Pilkada, Pilkades seperti sekarang ini, bila kedua pasangan maupun tim suksesnya mempunyai sikap saling menghargai satu dan lainnya dalam menyampaikan visi dan misi masing-masing pasangan, niscaya rakyat akan mendapatkan pembelajaran yang baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan mereka, walau hanya dalam lingkup terkecil yaitu keluarga. Dari realita diatas, Allah mengingatkan kepada kita agar selalu berusaha menjaga persatuan bukan memperbesar permusuhan sesama manusia, apalagi sesama anak bangsa, seperti dalam sebuah Hadits:

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إن الله عز وجل يرضى لكم ثلاثا ويسخط لكم ثلاثا؛ يرضى لكم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئا، وأن تعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا؛ وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم، ويسخط لكم قيل وقال، وكثرة السؤال، وإضاعة المال

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasullullah bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT Ridha akan tiga hal yaitu: Pertama, Allah ridha bila kalian menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya. Kedua, selalu berpegang teguh dengan tali Allah (al-Qur’an) serta tak bercerai-berai. Ketiga, Saling menasehati, memberi masukan kepada orang yang memegang urusan kalian (pemerintah). Dan Allah membenci tiga hal, yaitu: Pertama, perdebatan. Kedua, banyaknya pertanyaan. Ketiga, menyia-nyiakan harta benda. “(HR. Muslim).

baca juga: http://masholeh.com/lakukan-empat-hal-ini-agar-menjadi-ahli-tauhid-yang-hakiki/

Dari penjelasan diatas ada larangan berpecah belah disebabkan perbedaan pendapat dalam perdebatan adu visi dan misi, serta banyaknya pertanyaan yang tak ada manfaatnya bagi dirinya maupun orang lain. Serta gara-gara fanatisme seseorang kepada salah satu pasangan, ia rela mengeluarkan milyaran rupiah untuk memenangkan calon yang diidolakan. Maka dari itu, kedua kubu harus saling menyadari pentingnya saling menghargai satu dan yang lain.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *