GHIBAH, kenyang

Ini Kategori Ghibah Dalam Islam

Seringkali kita temui dimasyarakat dua orang atau lebih yang membicarakan kejelekan, kekurangan orang lain tanpa ada tujuan yang diperbolehkan oleh Agama padahal itu termasuk perbuatan Ghibah. Sebetulnya definisi Ghibah itu apa sih?

Menurut Imam Ali bin Muhammad al-Jurjani dalam kitab At-Ta’rifat menjelaskan bahwa Ghibah yaitu menuturkan, atau menjelaskan suatu kejelekan orang lain, walau hal itu benar, bila tak sesuai kenyataan maka ia telah membuat kebohongan kepada orang itu.

Sedangkan menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa Ghibah lingkupnya sangat luas, tidak hanya dalam urusan dunia saja, lebih lanjut ia mengkategorikan Ghibah kedalam beberapa kategori:

Pertama, Ghibah tentang kejelekan fisik seseorang atau body Shame misalnya dengan menyebut hai orang buta, hai orang dekil dan lainnya.

Kedua, Ghibah terkait urusan Agama seperti memanggil orang dengan sebutan wahai orang Fasik, wahai orang yang dhalim, dan sebagainya.

Ketiga, Ghibah dalam urusan dunia misalnya mengatakan kepada orang lain wahai orang yang tak beradab, hai orang yang meremehkan orang lain.

Keempat, Berkaitan dengan orang tua dengan mengatakan bapak orang itu orang jahat atau orang fasik.

Kelima, Ghibah yang berkaitan dengan akhlak seperti wahai orang yang sombong, wahai orang yang pamer dan lainnya.

Keenam, Ghibah yang berkaitan pakaian, misalnya hai orang yang bajunya kotor, atau kegedean.

Itu semua termasuk ghibah yang dilarang oleh Agama, dan hendaknya dijauhi secepatnya agar tak rugi amal ibadah kita.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *