Ini Pahala Orang yang Berhaji

Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Ibadah ini diwajibkan kepada orang yang telah mampu dalam pembiayaan juga aman dalam perjalanannya serta tercukupi kebutuhan keluarga yang ditinggaalkannya.

Baca juga: http://masholeh.com/ini-alasan-penamaan-haji-akbar/

Ibadah ini akan menjadi sempurna bila dilakukan sesuai aturan yang berlaku mulai terpenuhi syarat dan rukunnya serta menjauhi larangan-larangan selama menunaikannya seperti untuk mencari Ridha Allah bukan untuk mendapatkan gelar haji atau Hajjah begitu juga bukan untuk tujuan pamer ataupun berbangga atas kekayaan yang ia miliki.

Baca juga: http://masholeh.com/5-wasiat-nabi-saat-haji-wada/

Dalam sebuah riwayat dijelaskan

عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول: من حج لله فلم يرفث، ولم يفسق، رجع كيوم ولدته. رواه البخاري

Artinya:”Diriwayatkan dari sahabat Abi Hurairah berkata:”Saya mendengar Nabi bersabda:”Barangsiapa yang berhaji kemudian tak berkata yang kotor serta tak melakukan hal-hal yang terlarang maka dosa diampuni seperti bayi yang baru lahir. (HR. Bukhari).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang ikhlas dalam berhaji dengan tujuan mencari ridha Allah bukan untuk tujuan lain seperti berdagang atau sekedar jalan-jalan serta menjauhkan dari hal-hal terlarang maka dosanya akan diampuni oleh Allah layaknya bayi yang suci tak memiliki dosa sedikitpun.

Baca juga: http://masholeh.com/kriteria-istri-yang-dirindukan-surga/

Dalam hadits lain dijelaskan

وعن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: “العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة”. متفق عليه

Artinya:” Diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:” umrah pertama dan umrah setelahnya akan menghapus dosa diantara keduanya. Dan Haji yang mabrur pahalanya tak ada yang pantas melainkan surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: http://masholeh.com/lakukanlah-lima-hal-ini-agar-mendapatkan-tiket-surga/

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa haji mabrur atau haji yang diterima oleh Allah tandanya adalah prilakunya bertambah baik daripada sebelumnya serta menjauhi prilaku yang menyimpang. Maka dari itu, beruntunglah orang yang menunaikan haji dengan ikhlas serta sesuai tuntunan karena pahalanya sangat besar yaitu terampuni dosa dan akan mendapatkan surga.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *