Ini Penyebab orang Masuk Surga - masholeh.com
0 views

Ini Penyebab orang Masuk Surga

Pintu surga selalu terbuka kepada siapapun, tidak hanya untuk ahli ibadah saja, tetapi semua kalangan berhak mendapatkan lewat usaha yang berbeda-beda, kyai dengan ilmunya, orang kaya dengan sedekahnya, orang miskin berkat kesabaran dan doanya. Ini penyebab orang masuk surga.

manusia, 5 Hal yang Harus Disegerakan dalam Islam

manusia, 5 Hal yang Harus Disegerakan dalam Islam

Surga merupakan tempat yang selalu didambakan oleh setiap manusia. Untuk mendapatkannya dibutuhkan usaha yang maksimal disertai keimanan yang mendalam. Banyak orang yang rela mati untuk mendapatkannya namun tak sesuai jalur yang sesuai.

Pintu surga selalu terbuka kepada siapapun, tidak hanya untuk ahli ibadah saja, tetapi semua kalangan berhak mendapatkan lewat usaha yang berbeda-beda, kyai dengan ilmunya, orang kaya dengan sedekahnya, orang miskin berkat kesabaran dan doanya.

baca juga:

Ketika Sedang Mengalami Kesusahan, Baca Doa Ini

Hal ini sesuai dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi,

وعن أبي هُريرة  قَالَ: سُئِلَ رسولُ اللَّه ﷺ عَنْ أَكثرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الجَنَّةَ، قَالَ: تَقْوى اللَّهِ وَحُسْنُ الخُلُق، وَسُئِلَ عَنْ أَكثرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ: الفَمُ وَالفَرْجُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح

Artinya:”Diriwayatkan dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah Saw ditanya tentang kebanyakan amal yang bisa memasukkan ke Surga, Lantas Nabi menjawab:”Takwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik. Nabi juga ditanya tentang amalan yang bisa memasukkan seseorang ke Neraka. lantas Nabi menjawab:” Lisan dan Farji (urusan alat kelamin). (HR. Turmudzi).

Dari penjelasan hadits diatas dapat dipahami bahwa ketakwaan seseorang yang disertai akhlak yang baik menjadi faktor kebanyakan orang masuk surga. Keduanya tak bisa dipisahkan karena banyak ahli ibadah tapi tak memiliki akhlak yang baik maka kurang sempurna. Begitu juga banyak orang yang akhlaknya baik tapi tak ahli ibadah maka hal ini menjadi kurang mempesona.

baca juga:Di Akhir Zaman, Memegang Ajaran Agama Semakin Berat

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengutip perkataan Imam Ibnu Arabi membagi akhlak menjadi tiga bagian. Pertama, Akhlak yang manfaatnya bagi orang lain (Khuluqun Mutaaddi) seperti memiliki sifat dermawan. Kedua, Akhlak yang bermanfaat bagi diri sendiri seperti memiliki sifat wara’ (menjaga kehati-hatian). Ketiga, Akhlak yang baik untuk diri sendiri dan orang lain seperti bersabar atas perilaku buruk orang lain.

Maka dari itu, seorang muslim harus menjaga diri dari hal yang terlarang terutama dalam urusan lisan yang tak terjaga akan menjadikannya celaka. Bersikap sederhana dan berbuat baik kepada siapapun merupakan kunci mendapatkan surga yang menjadi dambaan setiap insan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.